Terus Merugi, PDAM Ancang-ancang Naikkan Tarif

Mojokerto (Transversal Media) – Didera kerugian berkepanjangan,  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)   Maja Tirta Kota Mojokerto mengambil ancang-ancang untuk menaikan tarif. Rencana ini ditempuh untuk menekan kerugian perusahaan plat merah tersebut. “Biaya produksi dan pendapatan kita tak seimbang, bahkan jauh lebih besar ongkos produksinya,” keluh Iewan Prasetyo Direktur PDAM hasil assesment Juni lalu,  (26/11) kemarin.

Ditemui usai menjadi pembicara dalam
Sosialisasi Program Kebijakan Terkait BUMD di Kota Mojokerto tahun 2017 mantan direktur teknis PDAM Sidoarjo itu  merinci biaya produksi air bersih PDAM selama ini mencapai Rp 400 juta perbulan.  Angka ini jauh diatas  pendapatan bruto yang hanya Rp 230 juta per bulan. “Jumlah tersebut belum dipotong untuk gaji sebanyak 37 karyawan yang ada.
Iwan mengadakan sejumlah opsi untuk menghindari kenaikan tarif pelanggan. ” Memang ini langkah ini terakhir kami.  Namun kami mengupayakan untuk mengejar jumlah pelanggan sampai dengan 7.500 pelanggan sehingga bisa BEP (break even point,  Red),” tandasnya.

Dikatakannya, tingginya ongkos produksi lebih disebabkan jumlah pelanggan yang sangat minim yakni 4. 900 pelanggan. “Semakin banyak pelanggan maka perusahaan akan mendapat keuntungan, namun dengan catatan tidak ada kebocoran instalasi pipa,” terangnya.

Sejak dilantik oleh walikota sebagai dirut PDAM yang baru dua bulan lalu.
Iewan menargetkan perusahaan milik pemkot ini akan bangkit dari keterpurukan setelah dua  tahun mendatang. Tak main-main ia menargetkan mendapatkan 2.000 pelanggan perbulan.

Seperti diketahui, kondisi PDAM Kota Mojokerto dinilai Dewan amburadul, mulai dari management, layanan dan kondisi teknik yang sering gangguan, akibatnya setiap tahun PDAM selalu rugi.
(yep/gon)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *