Inilah Janji Paslon dalam Debat Publik II

Mojokerto (transversalmedia) – Dalam sejarah, Kota Mojokerto adalah salah satu atensi penyimpangan perilaku korupsi, hal ini KPK telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap tiga pimpinan DPRD Kota Mojokerto dan Kepala DPUPR Pemkot Mojokerto tahun 2017 serta menjebloskan tersangka Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus masuk tahanan.

Maka dalam putaran pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Mojokerto untuk periode 2018-2023, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Mojokerto menggelar debat publik II, tema kali ini KPUD mengangkat ‘Mewujudkan Birokrasi yang Baik dan Bersih Demi Meningkatkan Pelayanan Publik’ untuk debat yang dikemas dalam lima segmen tersebut di lokasi Ayola Hotel, Sunrise Mall, jln Benteng Pancasila Kota Mojokerto, Kamis (24/5/2018)

Dari empat kandidat pasangan calon atau paslon yakni Akmal Boedianto dan Rambo Garudo (AKRAB), Andy Soebijakto dan Ade Ria Suryani (ASRI), Warsito dan Moeljadi (WALI) dan Ika Purnama Sari dan Achmad Rizal (ITA-RIZAL) menyatakan kesiapanannya dan menjanjikan pelayanan yang inovatif dengan tujuan menghindari dari perilaku Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.

Inilah janji mereka dalam perdebatan putaran kedua :

  1. Pasangan AKRAB yang diusung PDI Perjuangan menyatakan “Kualitas pelayanan publik harus ditingkatkan, termasuk bidang kesehatan. Perilaku menyimpang ASN ( aparatur sipil negara) , pelayanan yang berbelit harus dipangkas,” ujar AKRAB.
  2. Untuk pasangan ASRI yang diusung tiga partai sekaligus Partai Demokrat, PKB, dan PPP dengan memiliki 7 kursi terbanyak di DPRD Kota Mojokerto dari pada paslon yang lain. “APBD harus bisa diakses publik seluas-luasnya. Dengan demikian maka praktik korupsi akan terkikis dengan sendirinya,” kata Andy, kandidat walikota nomor urut 2.
  3. WALI diusung dua partai yakni PAN dan PKS menilai korupsi sebagai penyakit yang harus diberantas melalui pengawasan ketat di bidang anggaran. “Fungsi pengawasan harus dioptimalkan. Kami juga akan mengundang KPK secara inten memberi materi ke ASN untuk pencegahan korupsi. Dan paling penting, sebagai kepala daerah kami pastikan bersih dari korupsi,” ujar Warsito.
  4. Pasangan Ita-Rizal diusung Partai Gerindra dan Partai Golkar menyatakan akan melangkah membenahi birokrasi dengan terlebih dahulu melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan ASN. “Jika perlu dilakukan reposisi jabatan pucuk di setiap unit kerja Pemkot Mojokerto agar penempatan jabatan sesuai kapasitas masing-masing ASN,” kata Ika Puspita Sari.

Yang menarik disini, untuk moment puasa dibulan Ramadhan, mereka empat para kandidat paslon mengenakan baju muslim yang artinya mereka habis sholat tarawih.

(Gon)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *