image_pdfimage_print

Mojokerto (Transversal Media) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Mojokerto dari Komisi 1 menggelar kunjungan kerja ke daerah kota Pekalongan Jawa Tengah untuk menengok pemasalahan limbah industri batik. Pekalongan adalah disebut kota batik maka kunjungan kerja ini bertemakan tentang Pengendalian Pencemaran udara, air, dan pengolahan sampah yang ada di Kota Pekalongan.

Menurut keterangan anggota DPRD kota Mojokerto, Gusti Patmawati, bahwa di kota Pekalongan ada cara upaya penanganan, pengolahan, dan menanggulangi limbahan. “disana (kota Pekalongan) ada sebanyak 780 industri mulai dari kecil atau besar untuk melakukan upaya-upaya Pemerintah kota Pekalongan untuk menangani trik permasalahan limbah industri, sehingga menjadi contoh bagi kami untuk bisa menerapkan di kota Mojokerto,” katanya.

baca juga:  WASPADA DIFTERI, CEGAH MELALUI IMUNISASI

Ada berbagai macam upaya-upaya Pemkot Pekalongan untuk permasalahan limbah.

Gusti dari politisi PDI Perjuangan menjelaskan kepada transversalmedia.com tentang teknis kegiatan itu, “ada upaya Pemkot untuk memberikan fasilitas-fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL untuk digunakan 40 industri kecil maupun besar, mengadakan pembinaan, meninjau lokasi, mengadakan pengujian kualitas air sungai, dan mengadakan sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat.” Paparnya.

Pemkot Pekalongan telah melakukan upaya-upaya tentang pengolahan sampah, yakni mengadakan sosialisasi lewat media sosial agar masyarakat bisa memilah sampahnya sejak dari rumah, dan merencanakan akan mengadakan sosialisasi di tingkat dasar sekolah yaitu SD, SMP, SMA.

Kedepan diupayakan untuk melakukan kerjasama khususnya dengan melibatkan pihak masyarakat untuk melakukan usaha  yang mempunyai kepedulian terhadap masalah pencemaran limbah.

baca juga:  Dinkes Kota Mojokerto Sidak Mamin Jelang Lebaran

Pemkot Pekalongan telah menggandeng dari unsur masyarakat melalui paguyuban TPS 3R yang telah dibentuk di 23 kelurahan dari seluruh 27 kelurahan yang ada di Kota Pekalongan. Maka dari Kota Pekalongan mendapatka Adipura sebanyak empat kali berturut-turut dari Kementerian Lingkungan Hidup.

(Adv/Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB