image_pdfimage_print

Mojokerto (Transversal Media) – Hari kasih sayang atau disebut Valentine day adalah salah satu faktor penyebab sex bebas terutama bagi kalangan pemuda-pemudi. Mengingatkan bahwa pendidikan reproduksi dan bahaya seks bebas harus diberikan kepada siswa-siswi, hal ini dicetuskan oleh Wakil ketua DPRD kota Mojokerto, Junaedi Malik.

Dia mengingatkan seluruh jajaran eksekutif khususnya kepada seluruh kepala dinas terkait bahwa menjaga norma dan budaya Indonesia tidaklah hanya berbenti pada 14 Februari saja.

“Tiap detik dari seluruh hari upaya ikhtiar kita terus lakukan dengan melakukan pendidikan dan pemahaman kepada siswa-siswi tersebut, tradisi budaya barat yg bertentangan dg nilai norma agama dan budaya bangsa kita. Seharusnya sudah saatnya Pemerintah mengambil kebijakan tegas secara resmi melarang perayaan hari valentine tersebut,” ujarnya. Rabu (14/2/2018)

baca juga:  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Kota Mojokerto Kembali Ingatkan Protokol Kesehatan

Menurut politisi PKB ini, bahwa kualitas pendidikan bukan hanya tergantung pada kurikulum atau proses belajar mengajar di kelas tetapi juga lingkungan sosial, keluarga dan juga pengaruh media.

“Masyarakat dan media harus juga turut bertanggung jawab atas baik-buruknya kualitas anak didik kita semua, semisal hal sederhana berupa penyaringan konsumsi kekerasan lewat media tanyangan tv dan bioskop sesuai usia yg diizinkan,” pungkas Junaedi.

Yang harus diperhatikan tempat yang rawan untuk digunakan seks bebas ialah Hotel, home Stay, Kos-kosan, taman yang digunakan ajang mesum.

Yang perlu diingat, indikator penyebab unsur sex bebas, “Valentine adalah salah satunya indikator sex bebas, perlu diketahui itu,” tegasnya Junaedi yang akrab dipanggil Gus Juned.
(Adv/Gon)

baca juga:  Dinkes Siapkan Rapit Tes Bagi Pelanggar Prokes
image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB