image_pdfimage_print

Mojokerto (Transversalmedia) – Pembangunan Puskesmas Induk Kecamatan Kranggan di LC Meri baru saja selesai beberapa bulan lalu namun di sana sini sudah banyak yang bocor. Ini menunjukkan pembangunan proyek bernilai miliaran rupiah ini dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai dengan perencanaan.

Sedianya Puskesmas tersebut mulai operasional pada Senin (2/4/2018) kemarin namun pelayanan terhadap pasien belum bisa maksimal akibat banyak yang bocor ketika hujan, ditambah lagi airnya berbau tidak sedap. Padahal Puskesmas ini merupakan puskesmas induk dari puskesmas pembantu di kecamatan Kranggan.

Baca Juga : 

Dari hasil pengamatan, semua ruang poli dan sejumlah ruangan lainnya termasuk ruang Tata Usaha (TU) bocor. Sebagian merembes melalui dinding rangan dan sisanya mengguyur dari plafon. Yang membahayakan, air menetes dari lampu. “Waktu hujan listriknya konslet dan seketika padam semua,” ujar salah seorang pegawai Puskesmas Kranggan.

baca juga:  Sekdakot: Masyarakat Bisa Mengadu via SMS dan WA

Tidak itu saja, air tanah dari sumur bor juga berbau tidak sedap. Padahal air yang digunakan untuk keperluan Puskesmas hanya berasal dari sumur bor. “Airnya bau. Kita kesulitan memenuhi kebutuhan air padahal semuanya harus bersih,” katanya.

Dikonfirmasi masalah ini Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto Christina Indah WW tidak membantah jika Puskesmas yang baru saja selesai pembangunannya banyak yang bocor. “Iya mas banyak yang bocor. Tapi ini kan masih dalam masa perawatan rekanan sampai bulan Juni. Kita minta pihak rekanan untuk memperbaiki,” katanya.

Sarjana apoteker ini juga tidak mengelak jika air yang sedianya digunakan untuk kebutuhan Puskesmas berbau tidak sedap. Diungkapkannya, pembuat sumur bor merupakan bagian pekerjaan dari rekanan. “Mungkin sumurnya kurang dalam. Sumur juga menjadi tanggung jawab rekanan. Nanti kita minta rekanan membuat sumur bor yang lebih dalam,” ungkapnya.

baca juga:  Vaksinasi Tahap 1 Tuntas

Dia juga mengungkapkan, Puskesmas Kranggan sudah mulai operasional pada Senin (2/4/2018). Tapi pelayanan terhadap pasien belum bisa maksimal akibat masih banyak yang bocor dan airnya berbau.

Papan Proyek Puskesmas Kranggan kota Mojokerto
Papan Proyek Puskesmas Kranggan kota Mojokerto

“Bagaimana mau maksimal, semua ruangan untuk poli masih bocor, sekarang kan musim hujan. Sayang sama peralatannya kalau dipaksakan, peralatannya bisa rusak semua. Airnya juga tidak bisa digunakan karena berbau, padahal semuanya harus bersih,” tandasnya.

Dari papan nama proyek yang dipampang di depan Puskesmas, proyek pembangunan Puskesmas Kranggan dikerjakan oleh CV HASAN SEJATI dari Gresik. Meski tidak dicantumkan, diperoleh informasi bahwa anggarannya sebesar Rp 2,9 miliar, rekanan tersebut berkantor di Gresik, dan masa pemeliharaan hingga bulan Juni 2018.

baca juga:  Cukai Rokok Jadi Solusi Kesehatan Gratis

(Cup/Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB