image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Dalam kesempatan kampanye akbar Paslon ASRI yang di hadiri ribuan massa pendukungnya, Andy Soebjakto merupakan calon Walikota Mojokerto periode 2018-2023 nomor urut 2 mengecam adanya bom bunuh diri aksi teroris dan kaum radikal yang dilakukan di Gereja kota Surabaya dan Rusunawa Sepanjang kabupaten Sidoarjo. Minggu (13/5/2018).

Baca Juga : 

Aksi mengecam ini dilakukan Andy saat melontarkan orasi ditengah ribuan massa pendukungnya saat kampanye sebab kelompok ini sudah membunuh orang – orang  yang tak berdosa, “Apa yang dilakukan oleh terorisme itu perlakuan yang  biadab, untuk itu saya setuju bila Polri menyatakan tembak ditempat bagi para teroris, karena ini  demi tegaknya  NKRI. Saya mengutuk aksi terorisme ,karena ini Kejahatan kemanusiaan yang harus dihentikan aksinya. Saya turut prihatin dan bersedih. saya mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya para korban aksi terorisme ini,” kecam ANDY dalam orasi politiknya  dihadapan para pendukungnya.

baca juga:  Kota Mojokerto Raih Penghargaan Universal Health Coverage

Saat diwawancarai transversalmedia.com dalam bentuk penolakannya dan mengecam keras aksi teror, Andy sangat menyayangkan sekali aksi teroris dan menganggap teroris ini pelaku intelektual yang harus dihabiskan.

Ribuan Massa Memadati Lapangan Surodinawan. Minggu (13/5/2018)
Berbagai Unsur Relawan ASRI mendeklarasikan untuk mendukung kemenangan ASRI di depan Ribuan Massa di Lapangan Surodinawan. Minggu (13/5/2018)

“Ya, Pasti! Karena itu perbuatan biadap sekelompok orang. Tindakan yang melawan Tuhan Yang Maha Kuasa. Para pelaku intelektual dan jaringannya harus ditumpas habis sanpai akarnya tanpa keraguan.” tegasnya.

Ia menambahkan dalam politiknya, menekankan masyarakat untuk bersatu melawan teroris dan waspada terhadap tindakan kaum radikal, “Menyerukan pada seluruh untuk potensi bangsa untuk bangkit makin bersatu padu. Makin waspada dan makin menguatkan tekad warga hadapi ancaman teror. Tindakan tersebut mencoba mensabotase rasa aman yg telah ada di tengah-tengah masyarakat, bertujuan mendestabisasi situasi kamtibmas. Tujuannya jelas merusak negara.” tambahnya.

baca juga:  AHY Dukung Penuh Paslon ASRI

Terpisah, saat dikutip kompas.com Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, korban tewas akibat ledakan yang terjadi di tiga gereja di Surabaya kini menjadi 10 orang.

Hal tersebut merupakan perkembangan yang disampaikan Frans terkait kejadian ini, Minggu (13/5/2018), sampai dengan pukul 12.30 WIB. Jumlah korban luka pun bertambah menjadi 41 orang. “3 korban meninggal sudah teridentifikasi, sementara 7 masih di lokasi kejadian,” kata Frans, Minggu.

Sebelumnya, ledakan terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna.

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB