image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Calon Presiden 2019-2024 dijadwalkan berkunjung ke kota Mojokerto, Minggu (24/2/2019). Dalam kunjungannya Prabowo ini, mengendarai kendaraan Toyota Alphard Lounge dengan nomor plat B 108 PSD dengan diagendakan pertemuan dengan asosiasi Petani, kelompok tebu, dan peternak dengan dihadiri ribuan simpatisan lokasi GOR dan seni Mojopahit, jln Gajahmada kota Mojokerto.

Dalam kegiatan acaranya, didahului penyampaian aspirasi dari asosiasi petani tebu Jombang yang diwakili Hadi Surahman, asosiasi petani jagung Kecamatan Pungging Mojokerto yang diwakili Joko Satono, Mujaidi mewakili asosiasi petani padi Pungging Mojokerto, dan Syaiful Rahman mewakili asosiasi petani garam Madura.

Mereka petani kompak semuanya berkeluh kesah terkait harga yang rendah sedangkan biaya tinggi sehingga petani mengaku tidak mendapatkan untung. Hal ini diperparah lagi dengan adanya impor yang mengakibatkan harga terjun bebas. Untuk itu mereka meminta agar Prabowo menghentikan impor dan mengangkat harga produksi dalam negeri. “Kami minta agar Pak Prabowo menghentikan impor,” ujar mereka.

baca juga:  Buktikan Akuntabel, Pemkot Mojokerto Berhasil Pertahankan Capaian WTP Dari BPK

Menanggapi keluhan petani tersebut, Calon Presiden Prabowo Subianto nomor urut 2 mengatakan “Tidak hanya pertanian tapi khususnya pertanian. Hampir semua bidang ekonomi kita dalam keadaan prihatin dan tidak baik. Karena itu saya masih berjuang dibidang politik. Saya tidak rela melihat Negara saya seperti ini,” katanya.

Kemudian Ketua Dewan Pembina HKTI ini curhat, bahwa sebenarnya dirinya ingin istirahat karena sejak umur 18 tahun terus berjuang tanpa henti untuk bangsa, negara, dan rakyat Indonesia. Namun disadarinya bahwa perjuangannya belum selesai. Tidak rela melihat rakyat susah dan petani tidak sejahtera. “Tidak ada negara yang kuat, tidak ada negara yang merdeka, dan tidak ada negara yang berdaulat kalau Negara itu tidak mampu menyiapkan pangannya sendiri,” tandasnya.

baca juga:  Dewan Pertanyakan Aturan KPU tentang Cuti pejabat

Untuk itu dirinya bersumpah untuk mensejahterakan petani. “Saya bersumpah kepada kaum petani Indonesia. Saya bersumpah, saya tidak akan istirahat sebelum petani  bisa tersenyum setelah panen. Untuk apa saya membela negara ini kalau rakyatnya masih menderita dan tidak sejahtera,” teriak Prabowo lantang saat menyampaikan orasi politiknya di atas panggung.

Prabowo mengaku sudah mengumpulkan para pakar terbaik di negeri ini dan sudah menghitung kebutuhan pupuk. “Kita nanti akan menyiapkan kebutuhan pupuk sampai ke petani  berapapun jumlahnya. Kami akan menjamin harga hasil pertanian sehingga petani tidak rugi. Kami sudah menghitung, berapun yang dibutuhkan pemerintah akan melingdungi seluruh rakyatnya,” janjinya.

Menurutnya, inti permasalahan utama di Indonesia yakini larinya uang ke luar negeri. “Kekayaan Indonesia tidak tinggal di Indonesia. Kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri. Kekayaan  kita dibiarkan keluar dari bangsa kita sendiri. 

baca juga:  Sandi Kunjungi Tempat Wisata Pacet

Akibatnya, selalu tidak ada uang untuk membela rakyatnya. Tidak ada uang yang cukup untuk rumah sakit, pupuk dan benih,” tandasnya.

Bukan hanya itu saja, pemilik Partai Gerindra ini juga menyindir para elit di Jakarta yang hatinya beku dan sudah kehilangan akal sehat. “Mereka berdarah dingin. Bagaimana bisa negara yang tiga per empatnya laut mengimpor garam, tidak masuk akal sehat. Yang ada dipikiran mereka, bagaimana mengakali  rakiyatnya sendiri. Mereka memandang  rakyat Indonesia bodoh dan bisa dibohongi,” pungkasnya. 

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB