image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Proxy war atau perang proksi menjadi ancaman serius bagi keamanan stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan gencar membuat kabar berita hoak pada masyarakat, maka dari itu TNI Angkatan Darat yang jelas akan memaksimalkan peran tugas bintara pembina desa atau babinsa untuk menghalau atau mencegah propaganda dari pihak yang merugikan negara.

Dijelaskan, istilah Proxy war atau perang proksi adalah perang ketika pihak lawan menggunakan kekuatan dari pihak ketiga sebagai pengganti satu sama lain atau secara langsung. Tetapi berjalannya waktu, semuanya itu sudah dirasakan kepada masyarakat sebelum dan pasca pemilu (pemilihan umum). Dan dipastikan, keadaan menjadi normal kembali, hal itu menunjukkan Indonesia menjadi negara yang dewasa.

baca juga:  KPK Ciduk Bupati Jombang

Wakil Assisten Teritorial (Waaster) KASAD TNI Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo, mengungkapkan, “Upaya proxy war yang kita lihat dalam pemilu lalu itulah upaya yang memecah belah bangsa kita. Babinsa punya tugas mengcounter ancaman itu. Karenanya kita terus meningkatkan kemampuan SDM (sumber daya manusia) Babinsa melalui program Katwanter (Peningkatan Kemampuan Teritorial)”, ungkapnya.

Menurutnya, tahun 2056 energi fosil akan habis. Batubara negeri ini hanya 2.1 persen. “Tapi anehnya ekspor kita paling besar. Perusahaan besar kita menghindar pasok BUMN dan pilih menjual ke asing karena bertimbangan keuntungan lebih besar. Karena keserakahan manusia. Seperti terjadi pada Arab sprint terus perang karena mereka rebutan energi. Padahal lanjutnya, ketika habis, maka energi fosil akan tergantikan menjadi energi nabati. Kayak sawit yang tumbuh hanya di Khatulistiwa. Adanya kepentingan itulah yang mendasari perpecahan tersebut.

baca juga:  8 Tersangka Pembully Bocah Kue Tradisional Terancam 3 Tahun Penjara

Ia mengungkapkan, TNI memperkuat sistem pertahanan rakyat semesta. Bersama rakyat melawan penjajah. Melatih, memotivasi rakyat. Sebagaimana ketika rakyat berjuang melawan Belanda. Dan membangun jaring teritorial, melalui komunikasi sosial.
“Karenanya, saya akan keliling Indonesia dan mengingatkan peran Babinsa disini agar mereka menjaga Indonesia. Tugas kita komponen bangsa menjaga kesatuan ini, ” pungkasnya.

Dari penjelasan itu, pangkat berbintang satu ini menyampaikan pengarahan dihadapan Danrem, Dandim dan Danramil serta ratusan anggota TNI dibawah naungan 082 CPYJ, di Pendopo Asrama Korem 082 di Mojokerto, mantan Danrem 082 CPYJ tersebut membeberkan adanya upaya asing untuk memporak porandakan Negeri ini.

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB