image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Proyek jaringan gas atau Jargas di tingkat daerah khususnya kota Mojokerto menjadi keluhan bagi warga yang terdampak serta pelaksana pengerjaan proyek dinilai asal-asalan.

Dari informasi yang dihimpun transversalmedia.com, pengerjaan proyek Jargas dilaksanakan oleh PT Norell. tidak semua lubang bekas pemasangan jargas belum ditutup. Di sebagian wilayah, bekas lubang galian jargas telah ditimbun. Namun di areal yang terpasang pipa jargas, belum dipasang seperti semula.

Menurut kalangan anggota DPRD kota Mojokerto dari Komisi II, Harun, mendesak kepada pelaksana proyek untuk segera memasang pengamanan area proyek, “Kami minta kontraktor segera memasang rambu-rambu di sekitar proyek sehingga tidak terjadi hal yang berbahaya bagi pengguna jalan, coba di cek jika melintasi jalan Hayam Wuruk, apalagi malam hari. Disekitar situ juga ada tempat rumah dinas Walikota, jangan asal-asal ya”, katanya.

baca juga:  Momentum Hari Jadi Kota Mojokerto, DPRD Minta Warga Bangkit

Sebelumnya ketua Bapemperda DPRD kota Mojokerto , Deny Novianto yang menerima aspirasi dari warga setempat. “Kami banyak laporan dari warga atas dampak proyek Jargas tersebut, kami minta Eksekutif selaku koordinator untuk segera membenahi kembali seperti semula. Pihak eksekutif harus tegas akan hal itu, kasihan warga sekitar dan pengguna jalan terkena dampaknya, padahal untuk proyeknya sendiri sudah baik dan bermanfaat bagi warga, karena seingat saya di Perda harus dikembalikan seperti semula”, ungkapnya.

Dari tahapan pengaspalan sendiri, pihak kontraktor harus melakukan pengembalian seperti semula dari dasar spesifikasi tahap pengerjaan yang ada, yakni Pekerjaan Sub Grade (Pemadatan tanah), Pekerjaan Sub Base Course (Lapis Pondasi Bawah), Pekerjaan Base Course (Pondasi Atas), Pekerjaan Surface Course (Lapisan Permukaan), dan pekerjaan finising atau pengaspalan.

baca juga:  DPRD Kota Mojokerto Sampaikan Rekomendasi LKPJ Wali Kota 2020

Sementara Plt Kabag Perekonomian Pemkot Mojokerto selaku koodinator, Ani Wijaya, “Pengetesan kebocoran, harus dipastikan kebocoran 0 baru bisa diuruk, kalau sudah diuruk dulu sedangkan ternyata ada kebocoran maka harus dibongkar lagi, dari pengurukan, pengisian gas, pemadatan, dan proses ini membutuhkan waktu untuk menunggu urukan benar padat setelah itu pengaspalan.”, paparnya.

Perlu diketahui, pengerjaan proyek Jargas di perlintasan rumah dinas Walikota Mojokerto atau rumah rakyat di jalan Hayam Wuruk atau terkenal jogging track. Banyaknya proyek yang masih berlubang dan kekurangan rambu-rambu di area. Hal itu bisa menjadi penyebab kecelakaan.

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB