image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Wilayah Kota Mojokerto ketat, Dinas kesehatan terapkan penekanan sesuai Standart Operasi Prosedur (SOP) dalam bentuk kewaspadaan penyebaran virus corona. Dipastikan bagi WNI yang bertolak dari negara tirai bambu atau China melakukan pemeriksaan tenggorokan di Puskesmas atau rumah sakit.

Tak hanya itu, meski negatif n-CoV, WNI bersangkutan harus menjalani “karangtina” wajib selama 14 hari di rumahnya masing-masing. Selama itu, petugas  Puskesmas akan melakukan jemput bola dengan cara mendatangi WNI untuk langkah screening.

Sebaliknya jika positif, maka pasien bakal dirujuk ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo yang saat ini telah memiliki fasilitas karangtina bagi pasien Corona.

“Kita akan menjalankan prosedur pemeriksaan swab bagi setiap WNI yang baru pulang dari Cina. Ada sejumlah tahapan medis yang harus dilakukan, mulai dari memfoto apakah ada infeksi di paru-paru atau tidak, ” jelas Kepala Dinkes Kota Mojokerto, Christiana Indah Wahyu, Rabu (12/2/2020).

baca juga:  PUSYAR Gelontor 5 Miliar Pinjaman Modal Tanpa Bunga

“Setelah diperiksa baik positif atau negatif, WNI yang bersangkutan tetap harus diisolasi. Kalau dikarangtina kan melanggar HAM, jadi harus di bawa RS kalau positif. Kalau negatif diharapkan tetap di rumah, dilarang keluar rumah selama 14 hari. Setiap harinya, nanti ada kunjungan dari Puskesmas untuk mengantisipasi adanya infeksi. Dan petugas Puskesmas akan jemput bola untuk pemeriksaan screening”, jelasnya.

Menurutnya, untuk mendeteksi adanya infeksi virus atau tidak paling gampang adalah mengenalinya dengan batuk, pilek, panas.” Kita bisa langsung melakukan pemeriksaan lab untuk menentukan posisinya. Karena kena Corona atau hanya infeksi virus biasa”, pungkasnya.

Sejak n-CoV terdeteksi begitu mematikan, Dinkes melakukan pembekalan terhadap petugas Puskesmas. Mereka mendapatkan pelatihan tentang penanganan pasien Corona. Begitu ada yang suspek maka langsung di rujuk.

baca juga:  Kota Mojokerto Raih 10 Besar Penghargaan LPPD Terbaik Tingkat Jatim

Indah mengatakan Corona suka dengan tempat kumuh. Virus ini berkembang biak dengan baik jika rumah dan lingkungan kumuh. Dan ventilasi yang kurang akan mempermudah berkembang biak. “Karenanya kita harus menggalakkan gerakan cuci tangan dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),”  pungkasnya.

Dinkes Kota Mojokerto saat ini mewaspadai penyebaran virus corona. Sejumlah langkah digalang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini, salah satunya adalah membekali tim medis di faskes tingkat I terkait penanganan pasien suspect n-CoV.

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB