image_pdfimage_print

Jakarta (transversalmedia) – Iuran BPJS Kesehatan bakal naik lagi, yang setelah Mahkamah Agung (MA) kenaikan BPJS Kesehatan sempat dibatalkan. Presiden Joko Widodo menandatangani Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. 

Pada tahun 2018, Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Besaran iuran yaitu:

a. Sebesar Rp 25.500 untuk kelas 3

b. Sebesar Rp 51 ribu untuk kelas 2

c. Sebesar Rp 80 ribu untuk kelas 1

Namun tahun 2019 Jokowi menaikkan lagi menjadi : 

1. Rp 42.000 per orang per bulan dengan Manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas III

2. Rp 110.000 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas II; atau

baca juga:  Regulasi Anyar BPJS, Komisi III Berikan Terobosan

3. Rp 160.000 per orang per bulan dengan Manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas I.

Setelah itu, bulan Februari tahun 2020. Mahkamah Agung membatalkan dan mengembalikan seperti semula. 

Pada bulan Mei, Presiden Jokowi menandatangani Perpres Nomor 64 Tahun 2020. Adapun untuk kelas III baru akan naik pada 2021.

Iuran BPJS Kesehatan menjadi, yakni ; Iuran Kelas III Tahun 2020 sebesar Rp 25.500, Tahun 2021 dan tahun berikutnya menjadi Rp 35 ribu. Iuran Kelas II yaitu sebesar Rp 100 ribu per orang per bulan dibayar oleh Peserta PBPU dan Peserta BP atau pihak lain atas nama Peserta. Dan iuran Kelas I yaitu sebesar Rp 150 ribu per orang per bulan dibayar oleh Peserta PBPU dan Peserta BP atau pihak lain atas nama Peserta.

baca juga:  Solusi Bagi Kartu BPJS Hilang

(Sumber : detik.com)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB