image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto kembali melakukan rapid test massal. Sasarannya adalah pedagang dan pengunjung pasar burung Empunala kota Mojoketo. Sebelumnya, karena adanya pasien positif 14 yang sering beraktivitas berada di pasar burung Empunala. Kamis (4/6/2020).

Dari hasil rapid test itu sendiri tepat. Menurut keterangan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, mengungkapkan, bahwa telah ditemukan empat orang yang dinyatakan reaktif dan rapid test itu merupakan tindak lanjut setelah adanya pasien positif 14 yang meninggal dunia, kemarin  Rabu (3/6/2020) malam.

Berdasarkan hasil tracing menyatakan bahwa warga asal Meri, Kecamatan Kranggan, memiliki riwayat pusat perdagangan burung itu. ’’Dari hasil tracing, pasien postif 14 yang meninggal dan keluarganya sering beraktivitas di pasar burung,’’ terangnya.

baca juga:  Stimulus Pelajar SD, Ning Ita Kembali Menjadi Guru Secara Daring

Sehingga, untuk mendeteksi kemungkinan adanya penularan, kemarin tim kesehatan melakukan rapid test kepada seluruh pedagang maupun pengunjung. Setidaknya, terdapat 94 orang yang dilakukan uji cepat untuk mendeteksi Covid-19.

Sampel darah kemudian dilakukan pemeriksaan di UPT Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Mojokerto. ’’Sementara hasilnya ada empat orang yang dinyatakan reaktif,’’ paparnya.

Karena itu, tim kesehatan kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap keempat orang yang terdekteksi reaktif. Namun, sebut Gaguk, mereka belum bisa dipastikan apakah terpapar Covid-19 atau tidak.

Gaguk juga menjelaskan empat orang pengunjung dan pedagang pasar itu selanjutnya segera dilakukan tes swab. Selain itu, mereka juga diharuskan untuk melakukan isolasi mandiri minimal 14 hari.

baca juga:  Physical Distancing Masih Perlu Ditingkatkan

’’Selama menunggu hasil swab, yang bersangkutan harus melakukan karantina,’’ tandasnya. Selain  di pasar burung, giat rapid test kemarin juga digelar secara serentak di enam titik. Seluruhnya dilakukan untukm menindaklanjuti hasil tracing dari pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Pasalnya, pasangan suami istri (pasutri) pedagang buah tersebut memiliki riwayat di masjid yang berada di Jalan Residen Pamoeji. ’’Hari ini (kemarin) berlanjut ke pedagang pisang,’’ imbuhnya. Hingga tadi malam, pihaknya masih belum mendapatkan data kumulatif berapa jumlah rapid test yang dilakukan serentak kemarin.

 (Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB