image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Reses ke 2 DPRD Kota Mojokerto Tahun 2020 dilaksanakan anggota DPRD Kota Mojokerto dari Partai Demokrat, Deny Novianto di rumahnya Jalan Suratan AMD, Lingkungan Suratan, Kecamatan Kranggan dengan mengundang konstituennya dan puluhan anak yatim. 

Pada kesempatan itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Mojokerto ini memberikan santunan kepada puluhan anak yatim yang tinggal di seputaran Lingkungan Suratan dan Ngaglik. Santunan berupa uang dan sembako. “Ini hanya wujud kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujar Deny. 

Tidak hanya kepada anak yatim, pada reses yang digelar Selasa (14/7/2020) malam, Deny juga memberikan bantuan kepada Muslimat NU Lingkungan Suratan. Bantuan berupa uang tunai diterima langsung oleh Bendahara Muslimat NU Lingkungan Suratan. “Tidak banyak, untuk mengisi kas, mudah-mudahan bermanfaat,” ujar Deny saat menyerahkan bantuan. 

baca juga:  FPG Kota Mojokerto Bagikan 10 Ribu Masker

Deny Novianto memang dikenal sebagai anggota dewan yang memiliki jiwa sosial tinggi. Pada setiap reses, ada saja bantuan pribadi yang diberikan untuk kebutuhan lingkungan, mulai dari seragam untuk organisasi keagamaan, sound sistem untuk kelompok pengajian dan musholah, hingga terop. 

Pada reses yang dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 dimanfaatkan peserta reses untuk menyampaikan aspirasinya. Salah seorang peserta reses mengadukan seseorang yang mendapat bantuan sosial dampak pandemi Covid-19. “Setahu saya kalau sudah mendapatkan PKH (Program Keluarga Harapan),” ujar Bu Fadli, warga Sentanan. 

Sedang Bu Absah mengadukan tempat karaoke yang sudah buka Covid-19 yang tengah mewabah. Selain itu ia menanyakan anggaran dari pemerintah bagi masyarakat yang melakukan isolasi mandiri. “Kalau isolasi mandiri apakah biaya hidup selama isolasi ditanggung pemerintah,” tanyanya. 

baca juga:  Musrenbang Kecamatan Prajuritkulon Libatkan Masyarakat Untuk Pembangunan

Menanggapi pengaduan warga tersebut, Deny menegaskan jika seseorang tidak boleh mendapatkan bantuan dari dua sumber yang berbeda. “Kalau sudah mendapat PKH tidak boleh mendapat bantuan dari sumber lain. Untuk menelusuri kebenarannya, saya mohon diberi datanya,” katanya. 

Sedang untuk tempat karaoke yang sudah buka, Deny memastikan sudah ditindak oleh Satpol PP. “Kalau untuk isolasi, pemerintah memberikan dua pilihan, isolasi yang dilakukan pemerintah atau isolasi mandiri. Kalau yang dilakukan pemerintah maka biayanya ditanggung pemerintah, sedangkan yang mandiri biayanya tidak ditanggung pemerintah,” jelasnya.

(Cup/Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB