image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Sejumlah anggota DPRD Kota Mojokerto mendorong agar DPRD Kota Mojokerto membentuk Panitia  Khusus (Pansus) anggaran untuk penanganan Covid-19. Pembentukan Pansus ini perlu untuk mengetahui aliran dana, dari mana dan ke mana saja. 

“Saya sudah ngomong kepada ketua DPRD agar dibentuk Pansus Anggaran Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto,” ujar anggota DPRD Kota Mojokerto Sulistiyowati saat menggelar reses di rumahnya, Miji Baru III, Minggu (12/7/2020) malam. 

Saat ini anggaran untuk percepatan penanganan pandemi Covid-19 di Kota Mojokerto sebesar Rp 149 miliar dengan melakukan refocusing (menunda /membatalkan) sejumlah anggaran yang sebelumnya sudah diposkan dalam APBD 2020. “Refocusing dilakukan sampai empat kali untuk memenuhi 35% dari total anggaran Pemkot Mojokerto,” ungkapnya. 

baca juga:  Laksanakan KUA-PPAS, DPRD Kota Mojokerto Buka Paripurna

Parahnya, lanjut bendahara DPC PKB Kota Mojokerto ini, refocusing anggaran dilakukan terhadap pos-pos anggaran yang langsung menyentuh masyarakat, seperti anggaran di Dinas Pendidikan untuk pengadaan seragam sekolah. 

“Kasihan masyarakat. Sebelum pandemi Covid-19 Pemkot Mojokerto selalu memberikan seragam gratis kepada siswa baru. Ini justru ekonomi masyarakat sedang ambruk akibat pandemi Covid-19 kok anggaran pengadaan seragam malah direfocusing. Seharusnya justru ekonomi masyarakat dibantu, kok ini malah dibebani dengan seragam. Saya berjuang keras agar anggaran seragam ini dikembalikan,” katanya. 

Dari Rp 149 miliar anggaran penanganan Covid-19 dianggarkan untuk kesehatan, disifektan, pengamanan sosial, ransum untuk mereka yang diisolasi, dan lainnya. “Tapi mana, justru masyarakat yang dikoyo-koyo untuk mandiri. Untuk isolasi di rumah, masyarakat disuruh mandiri, kampung tangguh juga disuruh mandiri,” sindirnya. 

baca juga:  1.202 KK Kecamatan Dlanggu Terima JPS Provinsi

Selain bersumber dari anggaran pemerintah, lanjut Ketua Komisi I ini, anggaran penanganan Covid-19 juga bersumber dari luar seperti CSR dan bantuan dari berbagai lembaga. “Ini juga mengalir kemana, kok belum kelihatan,” imbuhnya. 

Untuk itu, katanya, Fraksi PKB, mendorong DPRD Kota Mojokerto membentuk Pansus Anggaran Penanganan Pandemi Covid-19. “Saya berharap fraksi-fraksi lain juga mendukung pembentukan Pansus,” pungkasnya.

(Cup/Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB