image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Ketua RW 1 Lingkungan Randegan Kecamatan Magersari Zulkarnaen menolak warganya melakukan isolasi mandiri di rumah. Alasannya, warga sekitar tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan warga yang melakukan isolasi mandiri.

Penolakan ini ia sampaikan saat reses anggota DPRD Kota Mojokerto dari Fraksi PKB Junaidi Malik di Jalan Empu Gandring 59, Minggu (12/7/2020) siang. “Warga tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan warga yang melakukan isolasi mandiri,” paparnya.

Zulkarnaen menuturkan, pernah salah satu warganya positif Covid-19 sehingga melakukan isolasi mandiri di rumah. “Yang positif hanya satu tapi seluruh keluarganya juga harus diisolasi, sehingga yang harus diopeni (dipenuhi kebutuhannya) warga sekitar sebanyak enam orang,” tuturnya. 

baca juga:  Dewan Minta Tindak Tegas Kontraktor Nakal

Ketika ada lagi yang akan isolasi mandiri, lanjutnya, dirinya menolak. Alasannya, warga sudah tidak mampu lagi ngopeni. “Di tengah pandemi Covid-19 ini warga sudah susah mencari nafkah, apalagi ditambah ngopeni yang isolasi mandiri. Kalau hanya menjaga tidak apa-apa tapi kalau ngopeni mestinya kan pemerintah,” katanya. 

Bahkan dirinya juga menolak pembentukan kampung mandiri di tempatnya. “Warga di bawah keberatan karena anggarannya mandiri. Minta sumbangan juga tidak diperbolehkan,” ujarnya. 

Menanggapi penolakan tersebut, Junaidi Malik mengatakan, pemerintah Kota Mojokerto sebenarnya sudah menganggarkan sebesar Rp 70 miliar untuk kesehatan, bantuan suplemen dan vitamin, dan bantuan pangan bagi terdampak. “Kalau ini belum jalan, ada apa,” katanya.

baca juga:  Nyaris Ricuh, di Saat Satpol PP Melakukan Penertiban

(Cup/Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB