image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Assosiasi Kota Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askot PSSI) kota Mojokerto berjanji program kedepan lebih fokus untuk membuat terobosan dengan regenerasi atau pembinaan terhadap bibit atlet pesepakbola muda bagi warga kota Mojokerto. Hal itu di cetuskan oleh Ketua terpilih Joko Rustianto setelah melalui aklamasi dalam kongres luar biasa yang dilaksanakan di Hotel Raden Wijaya, Jln Raden Wijaya, kota Mojokerto. Minggu (30/8/2020).

“Program saya akan lebih memprioritaskan ke pembinaan”, cetusnya.

Diketahui, ada 26 klub sepakbola dibawah naungan PSSI kota Mojokerto, untuk itu dengan sistem tersebut akan bisa dilihat keaktifan klub dengan memberikan semangat juang. 

“Di Kota Mojokerto ini kan ada 26 klub, dimana 26 klub ini akan kami adakan akreditasi lagi, mana yang betul – betul aktif mana yang tidak. Secara kenyataan dilapangan yang aktif dilapangan, hanya berapa, Kita nggak butuh klub yang nggak butuh berkualitas tapi kita butuh klub yang berkualitas”, katanya.

baca juga:  Siapkan Skema New Normal, Wali Kota Mojokerto Gelar PPDB Seluruhnya Online

Disamping itu pula, Ia juga menyinggung tentang permasalahan minimnya wasit yang ada di Kota Mojokerto yang nantinya bakal adanya rekrutmen wasit yang difokuskan wasit yang lebih muda. “Kalau nggak salah, dana yang ada di tahun 2020 itu kan ada pelatihan wasit, kita menggalakkan wasit”, jelasnya. 

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Mojokerto, Santoso Bekti Wibowo menyinggung sedikit terkait dengan perencanaan anggaran Askot PSSI Kota Mojokerto kedepan.

“Untuk kepengurusan ke depan saya berharap lebih realistis yang ada. Kemudian, lebih mengutamakan pada kewajiban-kewajiban yang sudah diatur Asprov,” ujarnya.

Ditambahkan, kalau sudah memenuhi kewajiban barulah beranjak ke profesionalisme. “Mungkin nanti mau ke liga tiga atau ke liga dua”, pungkasnya.

baca juga:  Satpol PP Siapkan Penanggulangan Banjir

Kepemimpinan APSSI kota Mojokerto Joko Rustianto masuk pada masa bakti  periode 2020 – 2024 tahun dengan menggantikan kepengurusan Santoso Bekti Wibowo.  

Dalam kongres tersebut dihadiri oleh anggota Asosiasi Provinsi (Asprov) Jawa Timur yang juga sebagai pemimpin sidang. Yakni, Farid dan Ghalid Abu Bakar.

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB