image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Walikota Mojokerto Ika Puspitasari tinjau pemakaian paket data gratis kepada siswa dengan melakukan sidak ditempat door to door. Dan kesempatan itu, siswa SMPN 1 Kota Mojokerto mengeluarkan uneg-unegnya,  ia mengungkapkan adanya rasa rindu untuk bisa bersama-sama belajar lagi secara tatap muka dengan teman dan bapak ibu guru. 

Ning Ita sapaan akrab Walikota Mojokerto, mengajak bercengkrama seperti anaknya sendiri dengan salah satu siswa kelas 9 bernama Rica Maulida Veronica (16) di rumahnya. Rica mengungkapkan kepada walikota pada saat ditanya seputaran proses pembelajaran daring. “Saya kalau belajar melewati online itu, nggak nyantol (nggak menyambung)”, sambil tersipu malu yang disertai tertawa canda pada kerabat keluarganya. Senin (3/8/2020).

baca juga:  Upacara Hari Jadi Kota Mojokerto-103 Meriah

Ning Ita menyarankan kepada siswa SMPN 1 tersebut untuk membiasakan beradaptasi melalui daring, “Belum terbiasa, padahalkan biasanya lihat YouTube”, tegurnya.

Ibunda dari Rica Maulida  Veronica, Ika Yuliana mengaku merasa sangat terbantu dengan paket data gratis ini.

“Anak saya ada dua yang masih bersekolah, jadi untuk membeli paket data biayanya cukup besar sekitar 200 ribu per bulan. Sekarang sangat terbantu dengan paket data ini. Uang yang dulu untuk membeli paket data bisa saya gunakan untuk berbelanja kebutuhan pokok”, ujarnya. 

Namun lagi dengan Rica Maulida Veronica, Ia merasa sangat bosan belajar di rumah dan ia juga rindu kejailan teman-temannya.

Setelah itu agenda dilanjutkan dengan meninjau proses pembelajaran guru di sekolah, tepatnya di SMPN 5 Kota Mojokerto. Selain meninjau proses belajar daring, Ning Ita juga turut bergabung dengan siswa yang tengah melakukan pembelajaran lewat zoom meeting. 

baca juga:  Penerapan Vaksinasi Tahap Satu Di Mulai

Dalam momen itu, Ning Ita kembali mengingatkan bahwa paket data yang telah diterima para siswa, hanya bisa digunakan untuk pembelajaran daring. Tidak bisa dipakai untuk game online atau aplikasi media sosial. 

“Proses pembelajaran daring merupakan metode baru, yang tentunya butuh penyesuaian. Dari pembelajaran daring yang telah berlalu, setelah diinvetaris, salah satu permasalahannya adalah terkait kebutuhan paket data, terutama untuk keluarga yang memiliki anak lebih dari satu. Tentunya banyak biaya yang dikeluarkan hanya untuk membeli paket data”, ujar Ning Ita. 

Maka dari itu, Ning Ita berharap, pembagian paket data gratis ini bisa meringankan beban orang tua sambil terus memantau proses belajar yang dilakukan anak. 

baca juga:  Sidak Jelang Idul Adha, Kebutuhan Pokok Aman

Paket data yang diberikan Ning Ita ini memang memudahkan komunikasi siswa dan guru, baik lewat Zoom Meeting atau Google Class. Pembelajaran pun tetap bisa dilakukan sebagaimana mestinya, di rumah masing-masing.

Dalam pertemuan tersebut, Ning Ita didampingi Kepala Dinas Pendidikan Amin Wachid, Camat Kranggan Rahmi, dan kepala sekolah SMPN 1. (Adv/Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB