image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) –  Meskipun tahun 2020 jumlah angka penderita demam berdarah dengue atau DBD menurun, namun Dinas Kesehatan kota Mojokerto tetap mewaspadai penyebaran DBD dengan mengambil langkah, membongkar sarang nyamuk aedes aegypti ditempat-tempat tandon cuci tangan yang sangat sulit dikuras, sebagaimana pada masa pandemi covid-19 ini.

“Kasus DBD di Kota Mojokerto pada tahun ini menurun dibandingkan pada tahun lalu (tahun 2019), dari 19 kasus menjadi 11 kasus. Dengan penurunan ini kita jangan terlena. Jangan sampai di masa pendemi Covid-19 ini kita hanya fokus kepada Covid-19 , sementara penyakit lain seperti DBD terabaikan”, ujar Kepala Dinkes Kota Mojokerto Christiana Indah didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Farida Mariana. Rabu (4/11/2020).

baca juga:  Ning Ita Targetkan 2 Minggu Kota Mojokerto Ada Progress Penurunan Status Zona

Dalam memasuki musim penghujan, Christiana Indah mengingatkan bahwa jangan sampai memberantas ke satu penyakit saja, sementara penyakit yang lainnya terabaikan. “Jadi dua-duanya harus kita tangani, Covid-19 kita tangani dan DBD kita antisipasi”, tegasnya.

Sarjana apoteker ini menjelaskan,  di masa pandemi Covid-19 banyak diletakkan tong air untuk mencuci tangan. Sementara saat ini sudah memasuki musim hujan dimana menjadi musim munculnya DBD dan nyamuk aedes aegypti hidup di genangan air yang tidak kotor.

Kader motivator kesehatan memantau penyebaran jentik-jentik nyamuk di rumah warga

“Nah kontiner (tempat air) di tempat untuk mencuci tangan akan menjadi sarang nyamuk aedes aegypti kalau tidak sering dikuras dan dibersihkan”, jelasnya.

Perlu diketahui juga, perkembangbiakan yang disukai nyamuk aedes aegypti adalah di tempat air yang bersih. Sehingga tempat yang gelap, lembab, terlebih lagi ada genangan air, dijadikan nyamuk tersebut bertelur.

baca juga:  Kapolresta Mojokerto Blusukan ke Permukiman Bagikan Masker

Sebagai langkah antisipasi agar pandemi Covid-19 tidak disertai dengan mewubahnya DBD,  Dinkes Kota Mojokerto telah menyerahkan battefed (pembunuh jentik nyamuk) kepada Dinas Lingkungan Hidup  (DLH) untuk diteteskan ke air di fasum tempat cuci tangan.

“Fasilitas umum  (fasum) tempat cuci tangan kan ditangani DLH, makanya kita melalui DLH,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, kader motivator yang masing-masing menangani 20 hingga 30 rumah secara rutin mendatangi rumah penduduk untuk memeriksa adanya jentik nyamuk.

“Saya salut kepada mereka, di masa pandemi Covid-19 mereka terus berkerja. Melalui mereka,nanti battefed akan disalurkan kepada masyarakat,” tambahnya.

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB