image_pdfimage_print

Mojokerto (transversamedia) – DPRD Kota Mojokerto menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) hearing dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskouperindag) di ruang rapat paripurna DPRD Kota Mojokerto. Jumat (15/1/2021).

Dalam hearing tersebut tampak dihadiri oleh Koordinator Komisi II ; Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Junaidi Malik dan Ketua Komisi II M. Rizky Fauzi Pancasilawan. Hadir juga anggota Komisi II, yakni Jaya Agus, Wahyu Nur Hidayat, Indro Tjahyono, Moch Harun, Agung Sucipto. Selain itu juga dihadiri PLt Kepala Diskouperindag Ani Wijaya, Kabid Perdagangan Ganesh Pressiatantra K, dan Kepala UPT Pasar Tradisional Sutikno.

Dalam hearing tersebut terungkap jika pasar tradisional Prapanca sepi karena banyak pedagang yang menempati lapak tidak berjualan sehingga para pedagang tersebut akan diganti dengan pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan KH Nawawi.

baca juga:  Banjir Menghantui Wilayah Mojokerto

“Pedagang pasar Prapanca yang tidak berjualan harus menyerahkan kembali lapaknya ke Pemkot. Sebagai gantinya nanti pedagang yang di Jalan KH Nawawi kita pindahkan ke pasar Prapanca. Tidak semua kita pindahkan ke Prapanca, pedagang buah yang berjualan di KH Nawawi nanti kita pindahkan ke pasar Kranggan”, ungkapnya.

Sebelumnya sudah pernah pedagang pasar Tanjung yang berjualan di Jalan Tanjung Anyar sebelah barat dipindahkan ke pasar Prapanca dengan maksud agar pasar Prapanca hidup. Namun para pedagang tersebut kembali lagi ke pasar Tanjung karena sepi pembeli. “Ya ini kan upaya, sesuai arahan wali kota, sekarang kita coba yang di KH Nawawi dipindahkan ke Prapanca”, katanya.

baca juga:  Lari Dari Hearing, Dewan Nilai Adanya Kejanggalan Di Pihak Kontraktor

Saat ini proses pemindahan sedang dalam proses pendataan. “Pedagang yang berjualan di Jalan KH Nawawi berjumlah 100 lebih. Kalau kita pindahkan semua ke pasar Prapanca tidak cukup makanya pedagang di KH Nawawi yang berjualan buah nanti kita pindahkan ke pasar Kranggan”, jelasnya.

Kabag Umum Pemkot Mojokerto ini juga menjelaskan jika pasar Kranggan akan dibangun kembali menjadi tiga lantai. “Lantai satu nantinya digunakan untuk tempat parkir, lantai dua untuk jualan buah, dan lantai tiga untuk jualan HP dan asesoris HP”, terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Junaidi Malik meminta agar rencana pembangunan pasar Ketidur dan pasar Kranggan melalui perencanaan dan kajian yang matang mengingat sudah dibangun pasar baru, yakni pasar Prapanca, Benpas, dan rest area di Jalan By Pass. “Jangan sampai sepi seperti pasar Prapanca”, tandasnya.

baca juga:  Harapan Pupus Bagi Korban Meninggal Akibat Covid-19 Tak Dapat Santunan

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB