image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Pemberian vaksin kepada zona daerah sudah di gelar pada Kamis, (28 Januari 2021), Komandan Kodim 0815/cpyj Letkol Inf. Dwi Mawan Sutanto adalah satu-satunya jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mojokerto yang hanya menerima vaksin Sinovac Covid-19.

Penempatan suntik vaksinasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, dilakukan pada sekitar siang pukul 13.45 WIB.

Dandim 0815/CPYJ menyebutkan sama sekali tak ada persiapan khusus untuk melaksanakan vaksin hari ini. Pasalnya, seminggu sebelumnya, dirinya sudah melakukan skrining kesehatan di RSUD plat merah ini.

Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik tampak disuntik vaksin

Bahkan, Dwi menyebut kondisi saat divaksin tidak seperti yang dibayangkan. Saat pelaksanaan vaksin tak ada rasa sakit yang dirasakan.

baca juga:  Dinsos Kirimkan Donasi Korban Gempa dan Tsunami

“Ini rasanya tidak sakit sama sekali. Tidak ada dampak sama sekali yang saya rasakan setelah divaksin. Tadi sebelumnya di tensi darah dan tes suhu tubuh, saya langsung di vaksin di meja tiga”, ujarnya.

“Sebagian Forkopimda ada yang penyintas dan ada juga yang memiliki penyakit komorbit. Sehingga tidak lolos untuk menerima vaksin tahap pertama ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, menambahkan Kota Mojokerto mulai melaksanakan vaksinasi Covid-19 serentak di 23 fasilitas kesehatan yang tersebar di seluruh Kota Mojokerto pada hari ini.

Total 3.354 tenaga kesehatan Kota Mojokerto yang terdaftar di Kemenkes, baru 1.000 nakes yang akan diberi suntik vaksin.

baca juga:  Luluh Terhadap PKL, Ning Ita Longgarkan Jam Berjualan

“Masih seribu yang dikirim ke Dinas Kesehatan kota, selanjutnya setelah vaksin ini diselesaikan maka akan diturunkan kembali sisanya sampai tahap vaksinasi selesai total”, terangnya.

Tambahnya ribuan vaksin gelombang pertama ini akan diselesaikan selama 7 tujuh hari kerja. Lantaran, akan ada pelaksanaan tahapan vaksin ke dua kalinya.

“Vaksin tahap pertama ini dikhususkan untuk tenaga kesehatan, jajaran Forkopimda, termasuk ada rekan media, pemuda, influencer dan juga tokoh masyarakat”, tandas Ning Ita. 

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB