Mojokerto (transversalmedia) – Ketua Komisi I, DPRD Kota Mojokerto Hj. Sulistyowati menggelar agenda reses di lingkungan Miji Baru, III/5, Kelurahan Miji, kota Mojokerto. Rabu (18/8/2021) malam.  

Ia mengatakan penolakan jika revitalisasi jalan Empunala kota Mojokerto menggunakan anggaran yang bersumber dari pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Kalau dipaksakan, PKB akan walk out saat pembahasan anggaran”, katanya.

Dari penuturannya, ada rencana untuk melakukan revitalisasi jalan Empunala dengan melakukan pelebaran yang rencananya menelan anggaran 101 Miliard, sehingga Jalan Empunala seperti kota Surabaya. Dan yang pastinya di sepanjang jalan Empunala diatas sungai akan ditutup dengan cor dan dijadikan jalan. “F-PKB sangat setuju dengan rencana tersebut apalagi di ujung barat dan timur dibangun gapura sehingga nantinya jalan Empunala akan menjadi aikon kota Mojokerto”, ujarnya.

Akan tetapi Fraksi PKB tidak sepakat jika sumber anggaran tersebut diambilkan pinjaman PEN. “Iya kalau wali kota yang sekarang terpilih lagi. Kalau tidak, kan akan menjadi beban bagi wali kota yang baru. Selain itu, APBD kota Mojokerto selama lima tahun akan berkurang karena dipotong untuk angsuran”, kilahnya.

Kalau hanya Rp 101 miliar, lanjutnya, kenapa harus pinjam. Apalagi eksekutif mengklaim punya silpa tahun 2020 sebesar Rp 246 miliar. “Silpa sebesar itu beneran atau hanya angka saja, kok mau pinjam,” katanya.

Fraksi PKB sepakat jika infrastruktur digunakan dana APBD 2022.

(Gon)