image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Moch. Rizky Fauzi Pancasilawan SH.  mengawali kegiatan serap aspirasi masyarakat atau Reses DPRD kota Mojokerto di Lingkungan Trenggilis RT 04 RW 01, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajuritkulon, Rabu (28/8/2021).

Agus Jaya yang juga sebagai Moderator mengatakan bahwa kegiatan tersebut harus di batasi, “Kegiatan reses ini adalah menyerap aspirasi masyarakat, dan untuk masalah waktu, kegiatan ini dibatasi karena kan adanya PPKM”, katanya. Rabu (18/8/2021).

Salah satunya usulan adanya subsidi pupuk untuk para petani. Adalah Totok, seorang petani asal Trenggilis yang mengeluh jika petani kesulitan mendapatkan pupuk subsidi. “Petani hanya dijatah pupuk subsidi 20 kilogram untuk setiap sawah. Selebihnya disuruh beli pupuk non subsidi,” keluhnya.

baca juga:  Walikota Mojokerto Tinjau Perkembangan E-Warung

Dengan jatah pupuk subsidi yang hanya 20 kilogram mengakibatkan biaya produksi pertanian tinggi. Untuk itu dia mengusulkan agar Pemkot Mojokerto memberikan subsidi pupuk untuk petani. “Jumlah petani di kota Mojokerto hanya berapa sih, tentu anggarannya tidak besar untuk subsidi pupuk,“ imbuhnya.

Totok merasa petani di kota Mojokerto kurang mendapat perhatian. “Usulan pada saat reses yang banyak soal jalan, padahal jalan di kota Mojokerto kan sudah bagus, yang belum pernah di bidang pertanian,” katanya.

Menanggapi usulan tersebut Anggota DPRD Kota Mojokerto dari Fraksi PDIP Moch. Rizky Fauzi Pancasilawan SH mengaku jika sebelumnya mendapat keluhan yang sama. “Memang ada keluhan terkait dengan kesulitan mendapatkan pupuk subsidi,” katanya.

baca juga:  DPRD Kota Mojokerto Upayakan Kenaikan UMK

Ketua Komisi 2 ini berjanji akan mencoba memasukkan subsidi pupuk pada APBD Pemkot Mojokerto Tahun 2023. “Reses kali ini akan dimasukkan dalam pokir (pokok-pokok pikiran) dewan sebagai usulan untuk APBD Tahun 2023,” jelasnya.

Namun demikian dirinya yang anggota banggar (badan anggaran) akan berusaha memasukkan subsidi pupuk ini pada APBD Tahun 2022. Sebab, subsidi pupuk ini merupakan program pemulihan ekonomi di masa pandemi.

“Di masa pandemi ini sebagai besar anggaran untuk pembangunan dialihkan untuk mengatasi pandemi dan pemulihan ekonomi. Subsidi pupuk ini merupakan bagian dari pemulihan ekonomi sehingga bukan tidak mungkin masuk di APBD 2022,” harapnya.

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB