image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Anggota Komisi III DPRD Kota Mojokerto Budiarto mengapresiasi langkah Pemkot Mojokerto atas karena telah karena telah memberikan langkah bentuk keseriusan atas penanggulangan virus corona dengan menggandeng pos kesehatan pesantren (poskestren).

Ia mengatakan langkah ini seiring termasuk mengembalikan aktivitas belajar mengajar di lingkup pesantren dengan penerapan pola hidup bersih dengan penerapan protokol kesehatan

“Kita harus getol memperjuangkan agar pondok pesantren mendapatkan jaminan kesehatan berupa fasilitas kesehatan”, katanya. Kamis (30/9/2021).

ia juga menambahkan “Satu-satunya yang bisa dilakukan oleh Komisi III adalah mengapresiasi dan mendukung ponpes dalam memasuki pembelajaran tersebut untuk fasilitas kesehatan dan jaminan bagi santri bisa bebas dari covid-19”, tambahnya.

baca juga:  Ning Ita Jadi Narasumber Airlangga Forum

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, ada beberapa pesantren yang santrinya berusia di bawah 12 tahun. Sedangkan sebagaimana diketahui, sampai saat ini pemerintah belum menyediakan dosis vaksin Covid-19 untuk anak usia di kota 12 tahun.

“Maka mereka masuk dalam kategori usia yang rentan. Peluang keterpaparan Covid-19 menjadi lebih tinggi karena belum mendapatkan vaksin. Maka salah satu kuncinya adalah bagaimana pola hidup bersih dan sehat serta protokol kesehatan harus terus ditetapkan”, tandasnya.

Dan kepada tim pendamping, Wali Kota meminta supaya tidak lelah dalam melakukan pendampingan.

“Selalu melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dan berkelanjutan karena sifat manusia itu tempatnya khilaf dan lupa. Kalau tidak selalu diingatkan, dilakukan monitoring, bisa jadi abai terhadap pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan prokes”, tegasnya mengingatkan. 

baca juga:  Bupati Tebas Jajanan Mojo Kembangsore Park

Di kota Mojokerto terdapat 14 pondok pesantren namun hanya 9 ponpes yang memiliki poskestren. Sedangkan yang 5 ponpes belum memiliki poskestren.

“Yang 5 ini merupakan ponpes yang santrinya ngalong, tidak menginap, santri yang hanya datang ngaji kemudian pulang lagi. Sehingga keberadaan poskestren tidak terlalu diperlukan. Apalagi di kota Mojokerto ini sudah ada 6 puskesmas, dan beberapa diantaranya buka 24 jam”, pungkasnya.

(Gon)

 

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB