image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melakukan peninjauan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di SD Kranggan 1 dan SMPN 8. Sapaan akrab Wali Kota, Ning Ita mengecek jalannya proses belajar mengajar dan berinteraksi dengan sejumlah siswa yang hadir. Rabu (4/9/2021).

Pada kesempatan itu pula, turut mendampingi wali kota antara lain Kepala Dinas P dan K dan seluruh kepala DMPN se kota Mojokerto yang tergabung dalam musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMP. Ada dua sekolah yang dikunjungi, yakni SMPN 8 di jalan Raden Wijaya dan SDN Kranggan 1 di jalan Pekayon. 

Adapun hasil kreatif siswa sekolah yang disuguhkan dengan minuman terbuat dari daun lidah buaya. Minuman ini diklaim dapat meningkatkan imun. Dan sebagai motivasi, Ning Ita memberika hadiah kepada guru dan siswa yang berprestasi, 

“Hadiahnya tidak seberapa. Jangan dilihat dari hadiahnya tapi dengan lomba ini guru akan termotivasi”, katanya.

Menurut wali kota yang akrab disapa Ning Ita ini, pembelajaran di saat pandemi ini merupakan tantangan tersendiri bagi guru untuk menuntaskan pembelajaran sesuai kurikulum.

“Dari pembelajaran yang konvensional berubah menjadi pembelajaran campuran, luring dan daring. Ini yang tidak mudah sehingga guru dituntut untuk inovatif dan kreatif”, tandasnya.

Nah, dengan adanya challenge ini diharapkan menjadi motivasi bagi guru dalam beringin dan berkreasi dalam pembelajaran.

baca juga:  Apel Pagi, Wakil Wali Kota Amanatkan ASN Bekerja Sesuai Aturan
Ning Ita Memberikan hadiah kepada guru dan siswa yang berprestasi

“Tahun 2020 lalu challenge ini sudah kita lakukan, tahun ini kita lanjutkan kembali”, ujarnya. 

Selin itu Ning Ita berpesan kepada semua kepala sekolah agar turut serta gencar mensosialisasikan terkait pendidikan gratis secara masiv.

“Terkait pendidikan gratis harus tersampaikan kepada seluruh satuan pendidikan. Tidak hanya kepala sekolah tapi seluruh jajaran satuan pendidikan hingga tingkat bawah seperti Satpam dan cleaning service”, harapnya.

Ning Ita berharap agar anggaran pendidikan yang cukup besar, yakni Rp 185 miliar, yang berpihak kepada masyarakat dan manfaatnya secara langsung bisa dinikmati masyarakat justru tidak dipahami secara komprehensif oleh masyarakat bahkan satuan pendidikan sebagai pelaksana.

“Dalam waktu dekat kita akan rumuskan berbagai metode dalam rangka memperlancar hal tersebut. Tapi saya berharap kepada seluruh kepala sekolah bisa menyampaikan hal ini kepada jajaran di bawahnya sehingga dipahami secara menyeluruh”, pungkasnya.

(Adv/Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB