Beranda Politik dan Pemerintahan Pemkot Mojokerto Tingkatkan Pos Kesehatan di Lingkup Pesantren

Pemkot Mojokerto Tingkatkan Pos Kesehatan di Lingkup Pesantren

0
Pemkot Mojokerto Tingkatkan Pos Kesehatan di Lingkup Pesantren<br />
<b>Deprecated</b>:  strip_tags(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in <b>/home/transver/public_html/wp-content/themes/Newsmag/loop-single.php</b> on line <b>60</b><br />

Mojokerto (transversalmedia) – Penanggulangan pandemi virus corona terus di tingkatkan, hal ini adalah bentuk keseriusan upaya bahwa Pemerintah kota Mojokerto dengan memberdayakan pos kesehatan pesantren (poskestren). 

Serangkaian acara kegiatan dilakukan, Dinkes P2KB Kota Mojokerto mengagendakan pertemuan ‘orientasi pendampingan pos kesehatan pesantren’ di kota Mojokerto tahun 2021 yang bertempat di Samudro Ballroom Lynn Hotel, jalan Empunala kota Mojokerto. Rabu (29/9/2021), 

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, tahun ini merupakan tahun ke dua ada orentasi pendampingan poskestren dengan kondisi sedang pandemi Covid-19.

“Karena kondisi pandemi, sehingga penekanannya adalah pada upaya pencegahan keterpaparan Covid-19 di lingkungan pesantren. Yaitu penerapan pola hidup bersih dan sehat serta penerapan protokol kesehatan”, ujarnya.

Lebih jauh Ning Ita mengatakan, ada beberapa pesantren yang santrinya berusia di bawah 12 tahun. Sedangkan sebagaimana diketahui, sampai saat ini pemerintah belum menyediakan dosis vaksin Covid-19 untuk anak usia di kota 12 tahun.

“Maka mereka masuk dalam kategori usia yang rentan. Peluang keterpaparan Covid-19 menjadi lebih tinggi karena belum mendapatkan vaksin. Maka salah satu kuncinya adalah bagaimana pola hidup bersih dan sehat serta protokol kesehatan harus terus ditetapkan”, tandasnya.

Dan kepada tim pendamping, Wali Kota meminta supaya tidak lelah dalam melakukan pendampingan.

“Selalu melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dan berkelanjutan karena sifat manusia itu tempatnya khilaf dan lupa. Kalau tidak selalu diingatkan, dilakukan monitoring, bisa jadi abai terhadap pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan prokes”, tegasnya mengingatkan.

Di kota Mojokerto terdapat 14 pondok pesantren namun hanya 9 ponpes yang memiliki poskestren. Sedangkan yang 5 ponpes belum memiliki poskestren.

“Yang 5 ini merupakan ponpes yang santrinya ngalong, tidak menginap, santri yang hanya datang ngaji kemudian pulang lagi. Sehingga keberadaan poskestren tidak terlalu diperlukan. Apalagi di kota Mojokerto ini sudah ada 6 puskesmas, dan beberapa diantaranya buka 24 jam”, pungkasnya.

(Gon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here