Mojokerto (transversalmedia) – Jumat (17/9/2021), secara simbolis Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyerahkan baju seragam serta perlengkapan sekolah gratis untuk siswa baru SD dan SMP Negeri serta Swasta se-Kota Mojokerto. Hal ini adalah salah satu bentuk komitmen Pemkot Mojokerto untuk bidang pendidikan. Penyerahan simbolis ini bertempat di Sabha Kridha Tama Rumah Rakyat Kota Mojokerto, Jl. Hayam Wuruk No. 50 Mojokerto.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Amin Wachid mendampingi wali kota mengatakan, Kota Mojokerto menjadi daerah pertama di Jawa Timur yang sudah membagikan kain seragam gratis. Karena di daerah lain banyak yang gagal dan belum terlaksana.

“Jika kemarin kita menjadi yang pertama menggelar PTM dan bahkan jadi proyek percontohan daerah lain, kini kita juga yang pertama membagikan seragam gratis ini”, ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini mengatakan, program prioritas pendidikan yang dapat diberikan oleh Pemkot Mojokerto yakni, Biaya Pendidikan gratis untuk sekolah negeri dan seragam sekolah, sepatu, buku dan alat tulis gratis bagi siswa SD hingga SMP Negeri serta Swasta se Kota Mojokerto serta angkutan sekolah gratis.

“Rinciannya, siswa SD atau MI sebanyak 2.566 dan siswa SMP atau MTS sebanyak 2.714,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, penyerahan kain seragam dan perlengkapan sekolah ini adalah bagian dari upaya Pemkot Mojokerto untuk mendukung program wajib belajar (wajar) 9 tahun.

“Ini adalah program bidang pendidikan yang wajib kita laksanakan karena sudah berlaku secara nasional,” ujarnya.

Namun demikian, ia menyebut, capaian pendidikan di Kota Mojokerto tak boleh terpaku pada Wajar 9 tahun ini saja. Karena ada target lain yang harus diperjuangkan secara bersama-sama yakni menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mojokerto.

“Indikatornya adalah rata-rata lama sekolah dan angka harapan sekolah, itu yang harus kita tingkatkan. Jika hari ini IPM kita di angka 7,7, maka kedepan angka ini akan kita genjot,” tukasnya.

Ning Ita berharap, sumber daya manusia (SDM) Kota Mojokerto tidak hanya dicapai dengan standart Wajar 9 Tahun. Dan tidak hanya pendidikan setingkat SMA saja, serta tidak hanya dicapai dengan nolnya angka buta huruf.

“Saya ingin SDM Kota Mojokerto banyak yang lulusan perguruan tinggi. Karena semakin banyak lulusan sarjana maka mengindikasikan semakin tingginya kualitas SDM Kota Mojokerto,” ucapnya.

Dan untuk mencapai itu, lanjut Ning ita, butuh upaya bersama-sama, tak hanya Pemkot Mojokerto, tapi juga stake holder dari pihak swasta juga. Karena urusan pendidikan tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah tapi juga semua pihak sesuai standar yang dibebankan kepada masing-masing

“CSR perusahaan misalnya, kita upayakan agar disalurkan untuk kegiatan peningkatan kapasitas SDM. Dan Alhamdulillah, Kota Mojokerto punya forum CSR dan Baznas yang telah bersinergi dengan kita untuk membackup program peningkatan SDM yang belum di cover oleh APBD maupun APBN,” katanya.

Ia mencontohkan, siswa SMA dari lkeluarga tak mampu akan diberi bantuan biaya pendidikan. Dan mahasiswa berprestasi akan diberi beasiswa. Ia juga telah menjalin kerjasama tiga pilar dengan Baznas dan Universitas Mayjend Sungkono Mojokerto terkait program satu rumah satu sarjana.

“Kewajiban Pemkot tidak hanya memberi pendidikan gratis hingga jenjang SMP, namun kita upayakan kerjasama dengan berbagai pihak serta mengalokasikan anggaran di dinas lain selain Dinas Pendidikan untuk peningkatan kapasitas SDM”, tukasnya.

Ia bertekad, mencetak SDM berkualitas dari Kota Mojokerto. Ini dalam rangka mensukseskan program nasional generasi emas tahun 2045. “Jika Kota Mojokerto bisa menyumbangkan banyak SDM berkualitas dalam generasi emas tersebut, itu akan menjadi jariyah yang tidak ternilai harganya”, pungkasnya.

(Gon)