image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari meminta jajaran RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo dan Dinas Kesahatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesP2KB) Kota Mojokerto untuk menginventarisir seluruh peraturan dan kebijakan yang diterapkan, baik Peraturan Walikota (Perwali), Peraturan Daerah (Perda), maupun Peraturan Direktur (Perdir) untuk segera disesuaikan dengan perubahan perundang – undangan yang terbaru yakni Permendagri 79 tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Hal tersebut disampaikan Ning Ita sapaan akrab Wali Kota saat membuka Sosialisasi dan Implementasi Peraturan tentang pengelolaan BLUD pada RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo dan Puskesmas se – kota Mojokerto, di ruang pertemuan Gajah Mada RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Jl. Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto. Selasa (19/10/2021).

baca juga:  Ning Ita Salurkan Bantuan Hibah Tempat Ibadah, Bansos Lansia dan JKK-JKM Untuk Tenaga Keagamaan

“Hal ini kita lakukan agar pengelolaan BLUD berjalan dengan baik dan selaras dengan regulasi yang ada, agar lebih bisa dipertanggung jawabkan. Maka kami berharap dengan peraturan dan BLUD yang baik dapat memacu kinerja pelayanan, baik dari sisi kualitas dan kuantitas, serta harus mampu mengakomodir isu-isu strategis di masyarakat” ujar Ning Ita.

Diketahui, salah satu tenaga kesehatan RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo pernah meraih penghargaan sebagai bidan teladan dari Provinsi Jawa Timur. Namun meski demikian, Ning Ita mengingatkan agar tidak berpuas diri untuk terus melakukan inovasi dan perbaikan layanan kesehatan agar terwujud pelayanan yang prima.

“Saya mengapresiasi Dr. Wahidin Sudiro Husodo salah satu nakes nya berhasil meraih penghargaan dari Provinsi Jawa Timur sebagai bidan teladan, semoga ini bisa memacu kinerja nakes lainya, sehingga kita bisa terus memperbaiki layanan kesehatan di kota Mojokerto” katanya.

baca juga:  Angkat Jajanan Khas Kota Mojokerto, Millenial SMKN 2 Masuk 30 Besar Kamp Kreatifitas SMK Indonesia

Lebih lanjut Ning Ita juga menegaskan pentingnya percepatan transformasi digital untuk terwujudnya “Smart City” termasuk pada bidang kesehatan sebagai layanan dasar yang tidak bisa dihindarkan.

“Saya berharap kedepan implementasi dari sistem teknologi informasi dapat dilaksanakan secara masif didalam pengelolaan RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo baik secara personal maupun pada setiap unit agar bisa terintegrasi serta mendapatkan data yang valid yang bisa digunakan dalam perencanaan – perencanaan yang akan datang. Agar ketika dibutuhkan pengambilan keputusan dengan cepat kita bisa memutuskan kebijakan dengan cepat dan tetap” pungkas nya.

Turut hadir dalam sosialisasi yang dilakukan secara luring dan daring tersebut Dewan Pengawas RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Christiana Indah Wahyu. Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakot Mojokerto, Ary Setiawan. Direktur RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo, dr. Triastutik Sri Prastini dan  Sekretaris DinkesP2KB Kota Mojokerto, dr. Farida Mariana.

baca juga:  DPRD Garap 9 Raperda dari Eksekutif

Dengan menghadirkan Narasumber dari Pengurus Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia bidang Bina PPK BLUD / Akuntan Publik, Drs. Widartoyo, Ak., M.M., M.Si., CPA., CA. Dan Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur, Bidang Akuntansi Negara, Anik Yuliati. Acara ini turut diikuti secara daring oleh pejabat Puskesmas se- Kota Mojokerto.
(Ri/Gm)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB