image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Demi terciptanya zero kasus covid-19, Pemkot Mojokerto mengantispasi potensi penyebaran pada saat menjelang liburan di hari raya natal dan tahun baru 2022. Bagi Satuan Tugas atau satgas maupun tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di RSUD dr Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto tetap menjalankan tugas yang maksimal.

“Sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 62 Tahun 2021 dilarang cuti saat Nataru. Khusus untuk nakes di RSUD dr Wahidin Sudirohusodo, termasuk dokter spesialis, tetap bertugas saat libur nasional Natal dan tahun baru”, Kata Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo ATD MM.

Katanya dalam pelaksanaan untuk perjuangan mengantisipasi potensi penyebaran Nataru. “RSUD siap 24 jam. Meskipun masa libur, pemerintah tidak libur. Satgas Covid-19 juga tidak libur. Justru semakin bekerja keras karena momentum akhir tahun berpotensi penyebaran,” tandasnya.

baca juga:  Sosialisasi Pemasangan Jargas Bumi: Jargas Aman, Murah dan Ramah Lingkungan

Lanjutnya, bahwa RSUD dr Wahidin Sudirohusodo sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 sudah siap. Meskipun Bed Occupancy Rate (BOR) selama satu setengah bulan ini zero.

“Mudah-mudahan tidak ada lonjakan. Rumah Sakit rujukan sudah siap. Sudah satu setengah bulan ini pasien Covid-19 zero, semua saran prasarana termasuk dukungan tenaga kesehatan dan obat-obatan siap jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan,” tegasnya.

Gaguk mengharapkan kepada semua pihak untuk tidak melakukan euforia, “Dalam dalam menghadapi Natal dan tahun baru ini, kita perlu menyikapi dengan tetap menjaga protokol kesehatan serta tidak melakukan euforia yang bisa menimbulkan adanya kerumunan-kerumunan, sehingga ini berpotensi bisa memicu kenaikan daripada kasus covid-19 di Kota Mojokerto”, katanya

baca juga:  Beberapa Masyarakat Belum Terima Pemulihan Ekonomi

Sedangkan terkait fasilitas kesehatan (faskes) seperti bed (tempat tidur) untuk pasien Covid-19 akan disesuaikan jumlahnya. “Semua nakes dan faskes stand by. Semua disesuaikan. Jika ada lonjakan, tentunya akan ditambah,” katanya.

Terkait vaksinasi Covid-19, Gaguk mengatakan jika kota Mojokerto menduduki peringkat pertama vaksinasi Covid-19. “Sudah lebih dari 100% yang mendapatkan vaksin. Diharapkan tidak ada lonjakan. Namun Pemkot Mojokerto beserta Satgas Covid-19 dan pihak terkait lainnya tetap waspada,” pungkasnya.

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB