image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) –  Dalam peringatan Hari Tuberkulosis (TBC) Sedunia, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari tetap berkomitmen untuk memberikan perhatian terhadap kesehatan warga. Hal ini dalam memperingati TBC di gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada, jalan Gajah Mada No. 100 tampak sederhana. Kamis (24/3/2022)

Tampak dihadirkan sekitar 100 anak beserta ibu yang tampak memiliki masalah kesehatan.  Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan skrining untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi tuberkulosis (TBC) atau tidak.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang akrab dipanggil Ning Ita ini mengatakan, bahwa anak-anak sebagai penerus bangsa ini, harus sehat, pintar, dan berkualitas. Ibu-ibu dan anak-anak yang harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah kota Mojokerto karena anak-anak mereka tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua. 

baca juga:  DPRD Kota Mojokerto Sepakati 8 Raperda untuk Propemperda tahun 2021

“Itulah kenapa mereka diundang khusus pada peringatan Hari TBC. Karena mereka bagian penting yang akan mendapatkan perhatian dari pemerintah”, katanya.

Perhatian bagi anak-anak yang kurang sehat harus mendapatkan pelayanan khusus dari Posyandu dan kader motivator yang sudah tersebar di seluruh wilayah kota Mojokerto. “Kader pasti akan memberikan pendampingan”, tandasnya lagi.

Harapannya, para kader akan terus mendampingi karena masyarakat dan pemerintah, sama-sama memiliki tanggung jawab ingin semuanya sehat. “Mohon juga sabar untuk terus rutin berkunjung ke Posyandu,  untuk mengikuti apa yang diarahkan kader”, harapnya.

“Minum obatnya sampai  bulan 6 bulan dan tidak boleh putus”, imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Kota Mojokerto dr. Triastutik Sri Prastini, Sp.A mengatakan, Indonesia merupakan negara tertinggi ketiga dengan penderita TBC. “Saat ini Indonesia termasuk satu dari delapan negara yang menyumbang 2/3 kasus TBC di dunia”, tuturnya.

baca juga:  Ning Ita Tekankan Kesadaran Demi Pencegahan Covid-19

Menurutnya, TBC adalah tantangan untuk pembangunan Indonesia karena 75% pasien TBC adalah kelompok usia produktif, 15-54 tahun. “Lebih dari 25% pasien TBC dan 50% pasien TBC resisten obat beresiko kehilangan pekerjaan mereka karena penyakit ini,” imbuhnya.

Dalam memperingati sebagai hari Tuberkulosis Sedunia tepatnya 24 Maret yang bertajuk ‘Investasi untuk Eliminasi TBC, Selamatkan Bangsa’. “Diharapkan semua pihak bergerak bersama untuk melaksanakan upaya eliminasi TBC. Diharapkan di 2030 tidak ada lagi anak Indonesia yang sakit dan tertular TBC,” harapnya.

Kepala Dinkes P2KP yang akrab dipanggil Dr. Trias turut mengucapkan terima kasih atas kinerja dari rekan-rekan Dinas Kesehatan dan semua Puskesmas di Kota Mojokerto. “Capaian Treatment Coverage tertinggi se-Jawa Timur yakni 85,42% dari target 85% dan capaian angka keberhasilan pengobatan 94,21% dari target 90%”, ucapnya.

baca juga:  Ning Ita Siapkan Coaching Clinic Demi Tingkatkan Perekonomian Kota Mojokerto 

Ia berpesan, bagi yang sudah ada gejala TBC diminta untuk segera ke Posyandu atau puskesmas. “Gejala TBC biasanya batuk yang berlangsung lama, batuk biasanya disertai dengan dahak atau batuk darah, nyeri dada saat bernapas atau batuk, berkeringat di malam hari, hilang nafsu makan, penurunan berat badan, menggigil, dan kelelahan,” jelasnya.

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB