image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Demi tingkatkan kualitas dan kuantitas ibadah di bulan yang penuh barokah, Wali Kota Mojokerto gerakan PKK se-kota Mojokerto untuk tadarus Alquran.

Serangkaian ini di hadiri Kadinsos Choirul anwar, Kepala Kemenag kota Mojokerto, ketua dharma wanita pusat kota mojokerto, seluruh jajaran tim penggerak PKK kota Mojokerto dan tim penggerak tim kecamatan, kelurahan se-kota Mojokerto, tim jamaah pengajian wanita al khalifah se-kota Mojokerto.

Ketua Penggerak PKK Fauzia Aulia Anwar, melaporkan kegiatan pembukaan tadarus quran, yang bertajuk ‘Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Ibadah di Bulan yang Penuh Barokah’

“Tujuan pelaksanaan kegiatan ini, untuk meningkat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT serta menumbuh jiwa cinta alquran bagi tim penggerak PKK se-kota Mojokerto”, katanya. kamis (7/4/2022).

baca juga:  Ning Ita Salurkan Bantuan Hibah Tempat Ibadah, Bansos Lansia dan JKK-JKM Untuk Tenaga Keagamaan

Ia menerangkan, jadwal dan pelaksanaan ini, dilaksanakan 10 hari dari tanggal 7 sampai dengan 21 April 2022, di gedung Sabha Mandala Tama Pemkot Mojokerto, jalan Gajah Mada, nomor 145. 

“Tempat tadarus quran di mushola rumah dinas Wakil Wali Kota Mojokerto, jalan pemuda no 48 kota Mojokerto. Jumlah peserta 215 orang dilaksanakan 10 hari terdiri dari tim penggerak PKK kota, kecamatan, kelurahan, dharma wanita, gabungan organisasi wanita, jamaah pengajian.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial kota Mojokerto, mengatakan “Seharusnya yang membuka acara ini, adalah Bu Wali Kota yang sebagai ketua pembina PKK se-kota Mojokerto, yang kebetulan beliau tidak bisa hadir karena adanya rapat mendadak di ruang atas dan mohon maaf karena acara tersebut tidak bisa ditinggalkan”, katanya.

baca juga:  Walikota Kembali Serahkan Bantuan Gerobak

Anwar menerangkan, seharusnya perilaku seseorang harus terbiasa tadarus ke perilaku sehari-hari karena itu pola kebiasaan hidup yang baik.

“Bagaimana cara membina tadarus di dalam keluarga itu, paling tidak seperti itu. Sebenarnya ibu-ibu tidak sulit menciptakan generasi ke generasi keluarga seperti itu”, harapnya.

Kadinsos yang akrab dipanggil ustad, menceritakan filosofi tentang perilaku terbiasa dalam kehidupan sehari, “Orang terbiasa dengan minum kopi pada pagi hari. Jika orang itu meninggalkan kebiasaan minum kopi sehari, maka terasa ada janggal. Padahal tidak minum kopi itu lo tidak apa-apa”, candanya.   

Ia menambahkan, perilaku kebiasaan yang baik harus dipaksa biar melakukan kebiasaan yang baik, tidak berat. Ini adalah motivasi kehidupan kita yang harus diterapkan. 
(Adv/Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB