Mojokerto (transversalmedia) – Pemberdayaan masyarakat terus diupayakan melalui pengembangan Usaha Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) agar tidak adanya permasalahan gizi pada Balita. 

Serangkaian acara ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) kota Mojokerto  dengan materi yang bertajuk ‘Pemberian makanan tambahan (PMT) lokal untuk balita dengan permasalahan gizi’, di kantor rapat DPRD Kota Mojokerto. Selasa (24/5/2022).

Menurut Dinkes PPKB Kota Mojokerto, Vilud Dina Rosita, pengelola program gizi selaku narasumber menjelaskan tentang stunting kepada para kader kesehatan di se-kota Mojokerto, “Stunting pada balita adalah  gangguan pertumbuhan dan perkembangan balita yang penyebabnya karena kekurangan asupan gizi dan infeksi berulang jangka waktu yang lama”, jelasnya.

menurut  Vilud, ada 3 penyebab gangguan pada stunting, “Kuncinya ada 3 yaitu ; gangguan pertumbuhan, gangguan perkembangan, karena asupan nutrisi dan infeksi dalam jangka waktu yang lama, gangguan pertumbuhan ditandai dengan tinggi badan anak-anak ini yang stunting lebih pendek dari pada rekan sebayanya. Dan itu bisa dilihat dari buku KIA (kesehatan Ibu dan Anak)”, tuturnya.

 Ia juga mempertanyakan, kenapa Presiden memikirkan anak bertubuh pendek atau anak terkena stunting, sampai menginstruksikan jajaran tingkat pusat sampai tingkat desa untuk mempercepat penurunan stunting ?, “Karena tidak hanya tinggi badannya saja yang pendek tapi berhubungan perkembangannya, jadi pertumbuhan anaknya terhambat tidak bisa seperti anak-anak yang dapat asupan gizi yang cukup”, jelasnya kepada para kader kesehatan.

“Jika dia tidak diintervensi anak tersebut akan kurus dan pendek”, sambungnya.

Serangkaian kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan sejak tanggal 23 sampai dengan 25 Mei, yang dibuka oleh Kepala Dinkes PPKB dr. Triastutik Sri Prastini, Sp.A.

(Gon)