image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Pemberdayaan bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dilakukan binaan posyandu  Lentera Jiwa kelurahan Balongsari, kecamatan Magersari, kota Mojokerto patut diacungi jempol. Pemberdayaan ini dibukakan usaha pencucian motor Mandiri Jaya di balai RW 04 Gembongsari, jalan Benteng Pancasila sebelah barat kantor Bakesbangpol kota Mojokerto secara profesional.

Serangkaian acara launching ini dihadiri oleh Camat Magersari Soegeng Rijadi Prajitno SH, lurah Balongsari Ageng Ardhyanto S.Stp dan lurah se Kecamatan Magersari, Kepala Puskesmas Gedongan drg Anitiyas Rosida, dan perwakilan dari Dinkes.

Camat Magersari Soegeng Rijadi Prajitno SH mengatakan, usaha cuci motor bagi ODGJ merupakan satu inovasi yang sangat berani. Sebab, kata dia, tidak semua orang akan membayangkan bahwa ODGJ mampu mencuci motor dengan baik.

“Kita harus melihat dari perspektif bisnis yang di dalamnya masih ada persaingan, bukan sekadar kegiatan kemanusiaan karena memungut jasa. Sehingga mendapatkan pelanggan jangan berangkat dari belas kasihan, itu salah. Kita tunjukkan bahwa kita siap bersaing”, tandasnya.

baca juga:  Gayatri Kota Mojokerto Road To Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional

Untuk itu, pesannya, harus terus dilakukan pendampingan dan pengawasan sehingga keterampilan yang dimiliki ODGJ dalam melakukan usaha cuci motor harus sudah memenuhi standar. Sehingga, lanjut dia, orang mencuci motor di situ karena percaya sudah memenuhi standar.

“Tingkat kepuasan pelanggan yang menjadi ukuran. Makanya harus terus dilakukan evaluasi, apakah tempatnya sudah memenuhi syarat, apakah motor yang sudah dicuci sudah bersih, dan bagaimana memperlakukan motor. Jangan sampai setelah dicuci malah mogok”, harapnya.

Ia juga menyampaikan pesan kepada calon pelanggan cuci motor, “Bagi pelanggan tidak usah kuatir, karena bagi pelaku usaha (ODGJ) sudah dibekali selama satu tahun. Setiap kerjanya diberikan pendampingan oleh posyandu itu sendiri. perolehan pendapatan setiap hari dibagikan secara langsung, dua puluh persennya dikelola posyandu untuk perawatan usaha pencucian motor”, sampainya.

baca juga:  Kepatuhan Vaksinasi Warga Kota Mojokerto Tertinggi

Sementara itu, Lurah Balongsari Ageng Ardhyanto S.Stp mengapresiasi teman-teman Posyandu Lentera Jiwa yang bisa membimbing ODGJ sehingga mereka punya keterampilan dalam mencuci motor. “Sudah bisa dibuktikan tiap kali pelaksanaan Posyandu di Kelurahan mereka selalu praktek,” ujarnya.

Ditandaskan, jika usaha cuci motor tersebut murni dari swadaya. Dana untuk mendirikan usaha cuci motor disupport dari sejumlah pengusaha di lingkup Kelurahan Balongsari, termasuk PKL Benpas. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, termasuk asosiasi PKL Benpas. Saya harap cuci motor Mandala Jaya ke depannya bisa lebih berkembang”, harapnya.

Sedangkan Ketua Posyandu Lentera Jiwa Enik Sukowati mengatakan, maksud dan tujuan dibukanya usaha cuci motor Mandiri Jaya adalah memberdayakan ODGJ untuk lebih maju lagi dan produktif.

baca juga:  Legislator Desak DPUPR Tindaklanjuti Trotoar Rusak

“Semula kami juga memberikan keterampilan yaitu berupa pembuatan tempat minum gelas, telur asin, kemoceng dari tali rafia dan dari bulu ayam serta keset dari kain perca. Dan inovasi terbaru ini yaitu cuci motor,” tuturnya.

Enik berharap dukungan dan semua pihak agar cuci motor Mandiri Jaya yang ada di depan Balai RW 04 Gembongsari ini terus berkembang. “Besar harapan kami semoga cuci motor Mandiri Jaya ini bisa berjalan dengan baik dan lancar, mohon dukungan dan doanya,” katanya.

Posyandu Lentera Jiwa membina 40 ODGJ namun yang rutin datang ke posisi hanya 20 orang. Sedangkan yang mendapat keterampilan cuci motor sebanyak 12 orang, tarif cuci motor sebesar Rp 12 ribu. “Terhadap ODGJ yang tidak datang ke Posyandu, kami tetap melakukan kunjungan ke rumah”, pungkasnya. 

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB