image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Rumah Sakit Islam (RSI) Hasanah Kota Mojokerto banyak menerima pasien dengan keluhan konjungtivitis atau mata merah. Hal ini disampaikan dokter spesialis mata RSI Hasanah, dr Nuke Erlina Mayasari SpM pada acara halal bi halal dengan pekerja pers Mojokerto, Senin (30/5/2022). 

Perlu diketahui, mata merah adalah infeksi pada membran luar bola mata dan kelopak mata bagian dalam. “Setelah lebaran banyak pasien datang ke poli mata dengan keluhan, konjungtivitis atau mata merah”, ungkapnya di depan anggota PWI kota Mojokerto.

Masih kata  dr Nuke menjelaskan, mata merah banyak penyebabnya dan bisa sangat menular dan menyebar.

“Banyak kasus, radang pada konjungtiva mata. Banyak penyebab, karena virus, bakteri, alergi, reaksi terhadap obat tetes mata dan jamur. Gejalanya, mata merah, gatal, kelompok mata bengkak, terasa panas atau terbakar, pembedahan getah bening dan cairan kental”, jelasnya.

baca juga:  Ning Ita Berikan Pelatihan ‘Hantaran’ Demi Tingkatkan Perekonomian

Faktor resikonya, tambah dr Nuke, kontak langsung dengan air mata atau sapu tangan orang yang sakit mata. Terpapar allergen, pemakaian lensa kontak tanpa dilepas atau jangka panjang dan jarang menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Mudah menular, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir merupakan pencegahannya. Kenapa setelah Lebaran banyak pasien datang dengan keluhan mata merah ? Uang adalah media ok banget untuk penularan. Lebaran banyak kasus karena ada bagi-bagi uang”, ujarnya.

Sehingga disarankan untuk sering cuci tangan seperti layaknya pencegahan terhadap Covid-19. Selain itu, tidak disarankan untuk memakai handuk secara bersamaan, mengganti sprei, sarung bantal dan guling secara berkala.

baca juga:  Ketua KONI Kota Mojokerto Sidak, Ini Harapannya

“Makan makanan bergizi, istirahat yang cukup dan membuka jendela kamar di pagi hari. Namun jika sudah mengalami gejala mata, pengobatannya juga tergantung penyebabnya. Mulai dari tetes mata artifical tearts, jika gatal bisa dikompres dan jika masih tetap maka disarankan untuk ke dokter,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSI Hasanah, dr Dwi Rizki Wulandari menambahkan, acara tersebut digelar karena tindak lanjut dari skrining mata yang digelar RSI Hasanah pada tanggal 11 hingga 28 April 2022 lalu. Ada 27 wartawan di Mojokerto yang mengikuti skrining mata.

“Skrining mata yang digelar RSI Hasanah untuk pekerja pers Mojokerto setelah RSI Hasanah mengikuti ajang Jatim PR Awards yang digelar media online Beritajatim.com. Hari ini, sekaligus pembagian kacamata bagi rekan-rekan media yang kemarin mengikuti skrining mata,” pungkasnya. 

baca juga:  2.415 jiwa PBID BPJS Kesehatan Dicoret

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB