image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Waspada adanya virus berbahaya yang berasal dari negara England yaitu hepatitis akut. Virus ini penuh misteri yang belum diketahui penyebabnya. Demi pencegahan supaya masyarakat kota Mojokerto, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) kota Mojokerto gencar melakukan sosialisasi secara masif sebagai upaya preventif agar masyarakatnya tidak terpapar.

Kepala Dinkes PPKB Kota Mojokerto dr Triastutik Sri Prastini Sp.A dengan didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Lily Nurlaily mengingatkan, “Sebenarnya yang perlu diberitahukan atau yang perlu diajarkan kepada masyarakat itu adalah pencegahannya atau preventifnya. Jadi jangan heboh kesana kemari tapi bagaimana mencegah supaya tidak tertular”, katanya. Selasa (10/5/2022)

baca juga:  Dishub Sosialisasi Pendataan Penerima Bansos Ojol, Angkot, Driver

Tindakan yang sudah dilakukan Pemkot Mojokerto mensosialisasikan atas diterbitkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Mojokerto Nomor : 800/ 675 Tentang Kewaspadaan Terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut Yang Tidak Diketahui Penyebabnya di Kota Mojokerto. “SE ditujukan kepada Kepala Dinkes PPKB, camat, lurah, direktur rumah sakit, kepala Puskesmas, dan pimpinan Faskes”, tuturnya.

Selanjutnya disebarkan pamflet wali kota Mojokerto Ika Puspitasari memberikan statement ‘kewaspadaan dini, jika Gejala hepatitis pada anak-anak organisasi kesehatan dunia (WHO) telah nyatakan kondisi Luar Biasa (KLB) atas penyakit hepatitis yang menyerang anak-anak’. “Pamflet ini kita sebarkan melalui Group-group WA sehingga sampai kepada masyarakat”, katanya.

Menurut dokter spesialis anak ini, penyakit hepatitis akut berbeda dengan penyakit Covid-19. “Ini adalah hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya atau acute hepatitis of unknown aetiology. Jadi bukan disebabkan vaksin Covid-19”, jelasnya.

baca juga:  Cegah PTM, ASN Diminta Deteksi Dini

Dijelaskan, penularan hepatitis akut ini melalui dua cara, yakni pernafasan dan pencernaan. “Yang pernafasan itu melalui drop, sedangkan yang pencernaan melalui makanan,” tandasnya.

“Sebagai upaya pencegahannya, pakai masker supaya tidak menular melalui pernafasan. Kemudian, agar tidak menular melalui pencernaan, misalnya makan makanan bersih, sehat, dimasak dengan baik, selalu cuci tangan, pakai alat makan sendiri-sendiri dan jika buang air besar di luar rumah di toilet tersedia”, jelasnya.

Sedangkan gejalanya antara lain, sakit dengan gejala sakit perut, mual muntah, muka pucat, mata kuning, kencing kayak teh tua serta demam ringan. “Jika ada gejala tersebut, segera bawa ke faskes terdekat”, tutupnya.

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB