Mojokerto (transversalmedia) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan pada era digitalisasi saat ini, masyarakat membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam menerima layanan, baik dari pemerintah maupun non pemerintah. Hal ini disampaikan saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tahap Pertama Penyusunan Masterplan Kota Cerdas (Smart City) bagi aparatur sipil negara (ASN). Di Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto. Rabu (15/6/2022).

Dalam serangkaian acara kegiatan ini, menghadirkan narasumber dari Ketua Tim Pembimbing Penyusunan Masterplan Smart City Kota Mojokerto Hari Kusdaryanto dan Ketua Tim Aplikasi Ekonomi Direktorat Jenderal Aptika Kementerian Kominfo RI selaku Tim Pendamping Smart City Kota Mojokerto, Siswoko.

Saat menyampaikan susunan acara, Kepala Diskominfo kota Mojokerto, Santi Ratnaning Tias, ST. MM mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu informatika menuju kota cerdas smart city kota Mojokerto tahun 2022. “Kerjasama tersebut merupakan penilaian asesmen dalam rangka program gerakan menuju smart city yang dilaksanakan Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tahun 2021, dimana kota Mojokerto terpilih menjadi salah satu 50 pemerintah yang ada di seluruh Indonesia”, katanya.

Menurut Santi, tujuan pelaksanaan kegiatan smart city, “Penyusunan buku analisis teknis smartplan pemerintah kota Mojokerto yang sesuai kondisi yang ada serta trah dalam pembangunan pemerintah kota Mojokerto”, cetusnya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari yang akrab dipanggil Ning Ita, mengatakan layanan publik yang cepat dan tepat tidaklah cukup, karena masyarakat juga membutuhkan kenyamanan, kesejahteraan dan peningkatan taraf hidup. “Itu dapat dilakukan jika menerapkan konsep smart city sehingga dapat mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola sehari-hari”, katanya saat membuka acara bimtek.

Masih kata Ning Ita, tujuan dari kegiatan bimbingan teknis ini adalah menyusun masterplan smart city yang sesuai dengan analisa dan strategi serta prioritas pembangunan daerah. “Bimbingan teknis smart city tahap pertama ini berfokus pada konsolidasi tim penyusun masterplan smart city Kementerian Kominfo dengan dewan smart city dan tim pelaksana smart city Kota Mojokerto, guna mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif sehingga analisis strategis smart city dapat dilaksanakan”, jelasnya.

Ia mengharapkan seluruh pejabat di Pemkot Mojokerto untuk berperan secara komitmen dan dukungan dalam mensukseskan acara. “Saya harap seluruh peserta mengikuti Bimtek ini secara serius dan memberikan sumbangsih pemikiran serta ide-ide yang positif guna terwujudnya Smart City Kota Mojokerto”, ujarnya.

Sedangkan, Ketua Tim Aplikasi Ekonomi Direktorat Jenderal Aptika Kementerian Kominfo RI selaku Tim Pendamping Smart City Kota Mojokerto, Siswoko, mengatakan sejak tahun 2017, Kementerian Kominfo melakukan assessment terhadap seluruh kota/kabupaten untuk bisa menyusun masterplan smart city dan mengimplementasikannya.

“Kota Mojokerto terpilih menjadi salah satu dari 50 kota/kabupaten di Indonesia, karena hasil assesmentnya memenuhi untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut”, ungkapnya.

(Adv/Gon)