image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Pasar Sehat merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari keberadaan sebuah Kota yang sehat. Dengan Lingkungan Pasar yang bersih dan sehat diharapkan dapat menciptakan kenyamanan dalam bertransaksi, bahan2 kebutuhan hidup yang dijual pun baik itu berupa bahan basah maupun bahan kering terjamin kebersihan dan kualitasnya.

Bukan hanya itu saja, kota Mojokerto telah meraih penghargaan tingkat nasional Kota Sehat Swasti Saba Wiwerda dengan 4 tatanan. Saat ini ‘Kota Onde-onde’ ini tengah mengejar penghargaan yang lebih tinggi, yakni Kota Sehat Swasti Saba Wistara 8 tatanan. Untuk meraihnya, diperlukan komitmen bersama semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memberi pengarahan pada rapat pertemuan dengan tema ‘Penguatan Pasar Sehat’ yang diselenggarakan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Mojokerto di Sabha Mandala Madya Pemkot Mojokerto. Kamis (9/6/2022).

Selain dihadiri Ning Ita, rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Bapedalitbang Agung Moeljono, Sekretaris Dinkes P2KB Farida Mariana, narasumber Desak Nyoman Setiawati dan Ahmad, serta perwakilan dari OPD.

“Predikat kota sehat yang sudah kita dapatkan sebelumnya ini harapannya untuk tahun 2023 bisa naik ke 8 tatanan. Nah untuk menuju kesana tentu dibutuhkan satu komitmen bersama”, kata Ning Ita.

baca juga:  Ning Ita Sambung Lidah Dengan Insan Pers

Menurut Ning Ita, sebagai bentuk kesuksesan, harus dilakukan dalam bentuk komitmen bersama kepada instansi dan seluruh yang hadir di forum ini. “Harus memiliki komitmen yang kuat untuk mewujudkan hal tersebut karena jika ada salah satu saja diantara yang hadir di forum ini tidak memiliki kesamaan persepsi dan komitmen untuk mewujudkan itu maka saya pastikan apa yang ingin kita capai tidak akan bisa kita wujudkan”, arahnya.

Pemkot Mojokerto ingin meningkat dari tatanan yang sudah diperoleh sebelumnya untuk bisa naik ke tatanan berikutnya. Sehingga diperlukan komitmen dengan seluruh stakeholder yang jumlahnya lebih banyak. “Apa yang belum bisa kita wujudkan di predikat kota sehat yang sudah kita dapatkan di tahun sebelumnya, nah ini harus bisa kita wujudkan untuk tahun 2023”, harapnya.

Kemudian yang kedua, imbuhnya, dalam forum ini fokusnya adalah lebih kepada penguatan pasar sehat. Kota Mojokerto memiliki 8 pasar tradisional. Dari 8 pasar tersebut memang yang menjadi pasar induk yang setiap hari didatangi oleh ribuan pedagang dan pembeli itu adalah Pasar Tanjung.

baca juga:  Kota Mojokerto Menyabet Predikat “Swasti Saba Wistara”

Ditegaskan Ning Ita, Pasar Tanjung memang bisa dikatakan sudah kurang layak akibat jumlah pedagang yang jauh melebihi kapasitas. Pihaknya sedang mengupayakan adanya penataan pasar yang lebih sehat, lebih tertata, dan lebih indah, sehingga baik yang berdagang maupun yang berbelanja lebih nyaman.

“Narasumber yang hadir diharapkan bisa memberikan guideb kepada semuanya, sehingga kedepan kita bisa mengimplementasikan apa yang diamanatkan di dalam Permenkes nomor 17 tahun 2020 bahwa pasar sehat adalah kondisi pasar rakyat yang bersih, aman, nyaman dan juga sehat,” jelasnya.

Yang ketiga, kata dia, adalah jangan pesimis dan jangan berkecil hati dengan kondisi pasar yang demikian. “Saya optimis dan percaya bisa. Kita ikhtiarkan pasar tersebut untuk menjadi pasar sehat, sehingga harapan kita untuk mewujudkan Kota Mojokerto sehat dengan 8 tatanan,” ujarnya.

Sedangkan Sekretaris Dinkes P2KB Farida Mariana mewakili Kepala Dinkes PPKB Triastutik Sri Priastini yang berhalangan hadir mengatakan, Pertemuan Penguatan Pasar Sehat ini merupakan rangkaian persiapan Kota Mojokerto untuk menuju penilaian kota sehat level wistara untuk provinsi Jawa Timur. Tatanan pasar sehat ini adalah tatanan baru.

baca juga:  Empat Warga Terkena DBD, Mojokerto Siaga

“Jadi untuk penilaian kota sehat tagun 2022 dan ke depan ini ada beberapa indikator yang berubah. Dan kalau kita cermati perubahan ini cukup signifikan. Kalau dulu tatanannya ada 8, total ini nanti akan ada 10, termasuk ada satu tambahan tatanan terkait bencana penanganan bencana,” jelasnya.

Untuk mencapai wistara ini, lanjutnya, ada minimal 7 tatanan yang harus diambil oleh Kota Mojokerto. Dan salah satu tatanan wajib adalah tatanan pasar rakyat sehat. “Untuk tatanan pasar rakyat saya sendiri kalau kita cermati bahwa di sini ada beberapa indikator yang baru,” ungkapnya.

“Hari ini kita laksanakan kegiatan untuk percepatan pemahaman dari tim kota sehat, terutama untuk tatanan pasar sehat. Poin itu nanti untuk bisa ada arahan dan penekanan dari wali kota dan kami harapkan narasumber yang ada bisa membimbing kita”, imbuhnya. 

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB