image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Meskipun sudah dilakukan perbaikan dan pengerukan pada sejumlah saluran namun di saat musim hujan banjir masih saja melanda pemukiman warga. Warga kota Mojokerto masih menjadi trauma soal banjir.  Hal ini disampaikan saat menghadiri reses ke 2 yang digelar Anggota DPRD Kota Mojokerto dari PKS Agung Sucipto S.Or di Kauman Gang 5, Jumat (8/7/2022). 

“Masalah saluran dan banjir merupakan masalah lama. Kalau musim penghujan, air menggenangi jalan sampai masuk ke rumah warga. Ini yang masih perlu perhatian untuk dicarikan solusinya. Meski tidak mengatasi 100%, minimal banjir tidak masuk rumah warga”, ujar Zaky, Ketua RT 5 lingkungan Kauman.

Beberapa waktu yang lalu memang sudah dilaksanakan pengerukan saluran namun mungkin kurang maksimal. “Waktu itu yang di ujung sebelah timur yang dikeruk. Tapi mungkin kurang maksimal karena salurannya masuk sampai ke alun-alun. Mungkin itu yang perlu dikeruk,” katanya.

baca juga:  Fantastis, Wahju Nur Hidayat Sukses Kawal Aspirasi Masyarakat Senilai Rp 2,47 miliar

Menurutnya, pengerukan saluran harus dilakukan secara menyeluruh, sehingga tidak ada lagi sampah maupun lumpur yang menghambat aliran air. “Kalau yang di Kauman sini dikeruk tapi yang di timur tidak dikeruk, ya percuma saja,” tandasnya.

Beberapa kali juga sudah mengusulkan pengadaan pompa air. “Pompa air sangat dibutuhkan untuk menyebut air jika sewaktu-waktu banjir. Mungkin itu untuk mengatasi banjir”, harapnya.

Menanggapi aspirasi warga terkait banjir, Agung Sucipto mempersilakan jika warga menginginkan pengerukan saluran. “Tinggal membuat proposal, nanti saya kawal. Kalau sudah turun, tinggal menunggu jadwal dari PU”, imbuhnya.

Sedangkan soal pompa air, tahun ini anggarannya sudah turun. Hanya saja terjadi perdebatan terkait merek dan harga pompa. “Pihak kelurahan juga masih mempertanyakan, siapa yang merawat dan bahan bakarnya dari mana. Monggo nanti dirembuk dengan pihak kelurahan”, katanya.

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB