image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Menyambut hari raya  idul adha 1443 hijriyah, pemerintah kota Mojokerto menyelenggarakan acara Festival Bakar Sate yang bertempat di kawasan Rest Area Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari. Minggu malam (10/7/2022).

Pada serangkaian acara yang berlangsung, sebanyak 60 stan peserta yang diikuti beberapa dari Industri Kecil Menengah (IKM), seluruh OPD lingkup Pemerintah Kota Mojokerto, Instansi, sekolah-sekolah dan Pramuka, serta unsur masyarakat yaitu perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Mojokerto termasuk restoran dan hotel.

Asap yang mengepul dengan aroma khas bumbu sate tercium di luar kawasan sekitar rest area gunung gedangan. Dalam Festival Bakar Sate ini para peserta tampak totalitas bersaing membuat kreasi menu sate dengan resep pilihan

Dari masing-masing peserta memakai kostum baju adat kerajaan Majapahit, kostum Punakawan, kostum Indian, kostum arab dan lain-lain dengan yel-yel yang diiringi alat musik.

Kedatangan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari yang akrab dipanggil Ning Ita saat menghadiri langsung meninjau ke masing-masing stand yang disertai yel-yel. Setelah itu, pada saat di podium, Ning Ita mengatakan Festival Bakar Sate merupakan agenda tahunan yang  diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto yang dilaksanakan bertepatan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah.

baca juga:  Peringati Maulid Nabi, Kota Mojokerto Bersholawat

“Di setiap Idul Adha akan melimpah daging dari hasil qurban maka sudah menjadi budaya masyarakat Kota Mojokerto yang biasanya mengolah daging kurban dalam menu sate, maka Pemerintah Kota Mojokerto memfasilitasi budaya masyarakat tersebut menjadi festival”, katanya. 

Ning Ita menjelaskan Festival Bakar Sate ini merupakan adu kemampuan kreativitas mulai dari olah sate dengan bumbu-bumbu beraneka ragam. “Kemudian dimeriahkan pula dengan dekorasi yang khas Majapahit tentunya atau budaya Kota Mojokerto dan juga yel-yel ini adu kreativitas dalam rangka memeriahkan serta kekompakan satu sama lain, gotong-royong inilah yang menjadi kekuatan dalam festival budaya bakar Sate ini”, ungkapnya.

Menurut dia, Festival Bakar Sate ini juga merusak kegiatan yang berdampak yang menjadi event tahunan Kota Mojokerto.

Apalagi, kegiatan ini merupakan salah satu media dalam rangka memberikan ruang tradisi atau budaya masyarakat Kota Mojokerto di mana setiap peringatan Idul Adha banyaknya daging dari hasil kurban.

Sehingga, Pemerintah Daerah berinisiatif memberikan fasilitas bagi masyarakat untuk mengembangkan inovasi dan kreasi dengan menu-menu sate berbagai resep pilihan.

baca juga:  Ning Buka Pelatihan Laporan Keuangan Koperasi Elektronik Berbasis Aplikasi Software

“Alhamdulillah, ada 60 peserta yang mengikuti Festival Bakar Sate di tahun ini yakni 22 peserta dari Dinas Pemerintah Kota Mojokerto dan sisanya sebanyak 38 berasal dari unsur masyarakat dan perusahaan di Kota Mojokerto”, ucap Ning Ita.

Festival Bakar Sate ini akan diselenggarakan setiap tahun di tempat yang berbeda-beda. Namun khusus di Tahun 2022 ini Festival Bakar Sate digelar di Rest Area Gunung Gedangan. 

Tujuannya dalam rangka mensosialisasikan dan mempromosikan tempat ini yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto sebagai area perdagangan dan jasa.

Terutama IKM Kota Mojokerto agar berdaya saing dan naik kelas.“Terimakasih atas partisipasi seluruh pihak atas agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto, semoga fasilitas yang telah disediakan ini akan memberikan manfaat luas bagi IKM Kota Mojokerto”, terangnya.

“Tadi saya berkeliling ke stan-satan nomor  1 sampai nomor 60, luar biasa tidak hanya resep dari bumbu satenya yang beraneka ragam namun ada yel-yel yang ditampilkan adalah kreativitas yang luar biasa sebagai salah satu budaya Kota Mojokerto yang semakin meningkat guyub, rukun dan gotong royong antar sesama,” ujarnya.

baca juga:  Kunjungan Bupati Jember, Ning Ita Terbuka untuk Kerjasama Antar Daerah

Dikatakannya, kurban yang dibagikan bagi masyarakat ini merupakan sosial yang saling menguatkan dalam rangka menjaga agar Kota Mojokerto sebagai kota yang harmonis, yang bisa menjadi kota yang nyaman dan aman bagi seluruh masyarakat.

Sekaligus sebagai pendukung bagi Pemerintah Kota Mojokerto untuk melaksanakan program-program pembangunan dengan lancar dan optimal. “Terimakasih masyarakat Kota Mojokerto silahkan menikmati dan nanti bagi pemenang selamat dan yang belum jangan berkecil hati karena semua peserta sudah menghibur masyarakat,” pungkasnya.

Adapun para pemenang dalam dua kategori yakni kategori OPD dan sekolah serta kategori umum. Penilaian dari unsur rasa kategori OPD dan sekolah, juara I diraih tim dari Sekretariat Daerah sedangkan dari kategori umum diraih oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP). 

Kemudian, penilaian dari unsur penyajian dan dekorasi, juara I Diskopukmperindag untuk kategori OPD dan sekolah bersama dengan Lynn Hotel untuk kategori umum. Dalam kategori yel-yel juara I diraih SMPN 7 untuk kategori OPD dan sekolah serta DWP untuk kategori umum.

(Adv/Gon)

 

 

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB