image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari kini menyiapkan tenaga marketer atau reseller untuk memasarkan produk-produk UMKM Kota Mojokerto. Setelah sukses mencetak ribuan wirausaha baru melalui program inkubasi.

Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto menggandeng Universitas Ciputra Surabaya dengan memberikan pelatihan peserta untuk menjadi marketing handal yang bertemakan, ‘Digital Marketing dan Strategi Branding Bagi Industri Kota Mojokerto’, dengan narasumber dosen Desain Komunikasi Visual.

Ika Puspitasari yang akrab dipanggil Ning Ita mengatakan terdapat 1900  lebih produk Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) yang ada di Kota Mojokerto yang lolos kurasi. Ribuan produk tersebut saat ini butuh dibantu pemasarannya melalui pemasaran digital menggunakan media digital atau internet.

baca juga:  Sony Dengarkan Aspirasi Atas Protes Warga

“Ini agar produk UMKM bisa naik kelas, misalnya kalau sekarang omsetnya masih jutaan rupiah tahun berikutnya bisa naik menjadi ratusan juta. Selain itu, pemasarannya juga diperluas tidak hanya lokal Mojokerto dan regional Jawa Timur, tapi bisa nasional atau masuk pasar global. Karena dunia digital tidak memiliki batasan wilayah”, katanya. Rabu pagi (3/8/2022).

Menurut Ning Ita, tidak semua pengusaha mampu menguasai usahanya dari hulu ke hilir. Mereka terkadang membutuhkan peran orang lain untuk menyediakan bahan bakunya, produksi barangnya, pendistribusiannya maupun pemasarannya.

“Melihat hal tersebut, kami tidak ingin lulusan inkubasi terputus tidak bisa menyambung dari hulu ke hilirnya. Karena itu, mereka yang tak mampu menguasai ilmu digital marketingnya, kita sambungkan dengan mengorbitkan marketer atau reseller baru”, ungkapnya.

baca juga:  FPG Kota Mojokerto Bagikan 10 Ribu Masker

Perempuan pertama yang memegang kendali Kota Mojokerto ini berharap, untuk para lulusan pelatihan nantinya bisa mengangkat derajat produk UMKM Kota Mojokerto ke pasaran yang lebih luas. Sehingga Kota Mojokerto yang tak memiliki sumber daya alam (SDA) ini, bisa maju dan berkembang pesat dari pemberdayaan Sumber Daya Manusianya (SDM).

“Jika sudah mahir, monggo jualan apa saja di market place, tapi saya titip jangan lupakan produk-produk Kota Mojokerto. Ayo kita naikkan dan kita bantu bersama agar produk kita bisa naik kelas”, pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan peserta pelatihan ini adalah peserta usulan Musrenbang Kelurahan Prajurit Kulon dan Kelurahan Mentikan serta para lulusan inkubasi dan pelaku UMKM Kota Mojokerto.

baca juga:  Mendapat Bantuan Mesin PCR, Ning Ita Yakin Bisa Tekan Angka Pasien Covid di Kota Mojokerto

“Uniknya peserta yang usulan Musrenbang ini meskipun mereka tidak memiliki usaha tapi mereka punya kemauan keras untuk menjadi marketing atau reseller. Potensi ini yang bisa kita berdayakan untuk membantu branding dan pemasaran produk-produk Kota Mojokerto,” ungkapnya.

Serangkaian kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari 2 – 3 Agustus 2022 dan para peserta akan dibekali ilmu terkait pemahaman kondisi pasar, membuat akun di market place dan bagaimana membuat foto produk yang cantik.

“Nantinya mereka akan kita bawa ke PPUKM (Pusat Produk Unggulan Kota Mojokerto) di Sunrise Mall untuk praktek langsung foto produk dan memasarkan di market place”, ungkapnya. 

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB