image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) –  Di hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77 tahun, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari berinovasi mengajak para mantan narapidana yang mendapat remisi bebas di Hari Kemerdekaan bisa menjadi manusia yang mandiri dan produktif.

Wali Kota Mojokerto yang akrab dipanggil Ning Ita telah menyiapkan kuota sebanyak 60 orang bagi eks narapidana maupun yang masih menjalani masa hukuman di Lapas Kelas IIB Mojokerto untuk diberikan pelatihan program 4P (Pelatihan, Pendampingan, Pemberian Bantuan Sarpras dan Pembentukan Koperasi) inkubasi wirausaha.

“Selama ini program inkubasi wirausaha hanya menyasar warga yang terdampak pandemi Covid-19, kini di tahun ketiga, akan kita kembangkan untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ataupun eks WBP yang sudah menghirup udara bebas”, katanya usai menyerahkan remisi bebas kepada tiga narapidana saat upacara Hari Kemerdekaan RI Ke-77 di Kantor Pemkot Mojokerto. Rabu pagi (17/8/2022).

baca juga:  Strategi Ning Ita Untuk Percepat Pemulihan Ekonomi Sektor Koperasi

Diharapkan setelah keluar dari Lapas nanti, mereka bisa menjadi warga yang produktif dan mampu menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya dari jalan yang positif. “Kalau mereka bisa menghasilkan uang melalui keterampilan yang dimiliki, maka kemungkinan untuk terjerumus ke hal yang negatif bisa dihindarkan”, jelasnya.

Ning Ita menjelaskan jenis pelatihan akan disesuaikan dengan bakat dan minat masing-masing peserta. Tujuannya agar pelatihan tersebut bisa tepat sasaran dan hasilnya bisa langsung diimplementasikan untuk jangka waktu yang panjang.

“Akan kita lakukan peminatan, karena jenis pelatihan inkubasi jumlahnya puluhan. Mereka akan kita beri kebebasan untuk memilih tanpa adanya paksaan. Karena setiap orang memiliki bakat dan passion yang berbeda-beda. Kalau sesuai passionnya, ilmu yang diberikan cepat merasuk dan bisa langsung diterapkan”, tuturnya.

baca juga:  Dewan Mengapresiasi Upaya Eksekutif Atas Turunnya Level PPKM

Setiap penentuan minat ini akan dilaksanakan secepatnya. Sehingga diharapkan di sisa waktu tahun 2022, kegiatan inkubasi bagi WBP dan Eks WBP bisa langsung dilaksanakan.

“Semakin cepat semakin baik, ini masih ada waktu beberapa bulan, akan kita klasifikasikan mereka berdasar keminatannya dan setelahnya akan kita mulai inkubasi program 4P”, pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto, Dedy Cahyadi menyambut baik tawaran Wali Kota Mojokerto ini. Pasalnya, selama ini pihaknya juga melaksanakan program pembinaan kemandirian berupa pemberian pelatihan keterampilan bagi WBP.

“Ini juga merupakan salah satu program Lapas dalam melakukan pembinaan Kemandirian bagi warga binaan lapas saat berada di dalam dan diharapkan akan menjadi bekal disaat kembali ke masyarakat,” tegasnya.

baca juga:  Agus Wahjudi Utomo Nahkodai Perbasi Kota Mojokerto

Terpisah, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya menambahkan, pelatihan inkubasi ini nantinya tidak hanya menyasar napi dan eks napi tapi juga berlaku bagi para istri napi.

“Bu Wali Kota berharap agar para istri napi yang saat ini berjuang sendiri memenuhi kebutuhan hidup keluarganya bisa dilatih keterampilan. Agar mereka bisa membuka usaha sendiri sesuai dengan keterampilan yang sudah dimilikinya”, pungkasnya.

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB