Beranda Politik dan Pemerintahan Proyek Peningkatan Jalan Empunala Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan 

Proyek Peningkatan Jalan Empunala Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan 

0
Proyek Peningkatan Jalan Empunala Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan <br />
<b>Deprecated</b>:  strip_tags(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in <b>/home/transver/public_html/wp-content/themes/Newsmag/loop-single.php</b> on line <b>60</b><br />

Mojokerto (transversalmedia) – Pembangunan konstruksi biasanya alat penyangganya box geter sebagai penutup sungai adalah material beton dan baja. Namun di proyek konstruksi peningkatan jalan Empunala kawasan kecamatan Magersari menggunakan bambu yang menjadi bahan penopangnya.

Bambu, selain ramah lingkungan dan harganya murah meriah. Pembelian bambu demi peningkatan perekonomian masyarakat yang berada di kota Mojokerto, jika barang sudah habis pembelian juga berada pada kabupaten Mojokerto, dan kabupaten Jombang. 

Kepala Dinas PUPR Kota Mojokerto Mashudi didampingi Kabid Bina Marga Endah Supriyani ST, MT mengungkapkan, semula konsultan perencana merencanakan menggunakan tiang pancang beton sebagai pondasi penyangga box geter. “Rencananya setiap box geter ditopang dua tiang pancang dengan kedalaman tiang pancang 4 meter”, katanya. Jumat (19/8/2022).

Namun setelah dilakukan uji kedalaman tanah tras, ternyata di sebelah barat kedalaman tanah trasnya 7 – 8 meter. “Dengan 2 tiang pancang yang panjangnya hanya 4 meter, dikhawatirkan akan gagal konstruksi”, tuturnya.

Akhirnya perencanaan direview bersama tenaga ahli dari ITS. “Akhirnya alternatifnya menggunakan tiang pancang bambu sebagai pondasi penyangga box geter. Satu box geter ditopang 12 batang bambu,” jelasnya.

Sedangkan alasan menggunakan bambu sebagai penyangga, kata dia, bambu yang terendam air tidak terkena faktor udara atau oksidasi maka bambu semakin kuat. Selain itu, harga bambu relatif murah dan membantu membangkitkan ekonomi kerakyatan karena bambu dibeli dari masyarakat.

“Kita utamakan bambu dibeli dari masyarakat kota Mojokerto. Tapi ternyata tidak mencukupi karena memang kebutuhannya banyak. Untuk mencukupi, terpaksa juga membeli dari luar kota Mojokerto”, jelasnya.

Bukan hal baru, ada sejumlah alasan yang membuat bambu cukup diperhitungkan dalam memperkuat konstruksi. Beberapa di antaranya karena bambu punya sifat dasar kekuatan yang tinggi dan berat volume rendah. Lain itu, sifat konstruksi bambu juga ringan dan elastis, sehingga tahan terhadap gempa dan mudah diperbaiki jika terjadi kerusakan.

Contoh penggunaan bambu sebagai konstruksi penguat jalan adalah proyek sirkuit Formula E di Jakarta, dan tol Semarang-Demak yang sedang dibangun. Lain itu, sudah umum juga diketahui jika bambu banyak digunakan untuk membangun fasilitas penghubung berupa jembatan di berbagai kawasan.

Dengan proyek pelebaran jalan Empu Nala sepanjang 2,3 kilometer, dibutuhkan sekira 22.000 batang bambu. “Bambu dibeli dengan harga Rp 28 ribu per batang. Semoga dapat membantu membangkitkan ekonomi kerakyatan, khususnya yang memiliki tanaman bambu dan pedagang bambu”, harapnya.

“Tujuan dari pelebaran jalan Empu Nala kan memang untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi warga sekitar. Selama ini warga yang berada di selatan jalan Empu Nala terhalang oleh sungai untuk membuka usaha. Dengan ditutupnya sungai, kita berharap warga di selatan sungai lebih leluasa”, pungkasnya. 

(Gon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here