Mojokerto (transversalmedia) – Al Hayyu Namira adalah salah satu aset milik kota Mojokerto, ia telah menjadi nobat Duta Genre (Generasi Berencana) I 2022. Bukan hanya itu saja, segudang prestasi dengan usia belia, ada sebanyak 75 piala dan piagam yang diraih warga Jalan Piere Tendean 26, kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Yang pastinya ada orang hebat di belakangnya atas raih hasil prestasi yang ia dapat.

“Pertama kali mendapatkan piala saat saya kelas 4 SD. Hingga sekarang semuanya berjumlah 75 piala”, ujar gadis remaja kelahiran 21 April 2007 yang sama dengan peringatan Hari Kartini ini. 

Peraihan prestasi ada piala kontes Baju Daur Ulang, piala PIK-Remanta, piala Batikku Batikmu, piala Duta Baca, piala Putri Remaja, Duta Genre dan lainnya. 

Menurut Namira (15 tahun), lika liku tahapan yang ia lalui untuk mengikuti ekstrakulikuler Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) kota Mojokerto. Dia salah ditunjuk oleh guru pembimbing dari 5 siswa, 4 perempuan dan 1 laki-laki. Namun yang lolos dari hasil seleksi 2 siswa perempuan. Bukan hanya itu saja tahapan selanjutnya, ia di seleksi Dinas Kesehatan,  Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Pemerintah (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto. “Yang lolos ada 16 besar dengan 8 pasang”, kata Namira. Kamis (8/9/2022).

Disamping itu pula, menurut remaja kelas X MAN Kota Mojokerto ini mengaku sempat tidak percaya diri (PD) saat ditunjuk sekolahnya untuk mengikuti pemilihan Duta Genre. Bahkan sempat menolak ikut.

“Saya sempat nggak PD. Saat ditunjuk untuk ikut pemilihan Duta Genre, baru dua minggu masuk sekolah MAN dan hari ke 4 masa PLS (Pengenalan Lingkungan Sekolah). Selain itu peserta lainnya di atas saya, bahkan ada yang mahasiswa”, ungkapnya.

Ia menceritakan, menurut keterangan guru pembimbingnya yakin Namira akan menang sebab punya pengalaman mengikuti ajang pemilihan Putri Remaja tingkat nasional. “Setelah memahami materi dan berkat dorongan orang tua juga, akhirnya rasa tidak PD itu hilang. Dan alhamdulillah dapat piala”, katanya.

Putri ke 4 dari pasangan H Iskak Ali Salam dan Hj Muayannah Ana Ali ini kemudian menuturkan saat mengikuti ajang pemilihan Duta Genre.

Memang Namira tercatat sebagai peserta termuda dalam ajang pemilihan Duta Genre Kota Mojokerto 2022. Bahkan Namira satu-satunya peserta yang duduk di kelas X.

Sementara itu, ibu Namira, Hj Muayyanah, berkisah jika dulunya Namira seorang gadis kecil pemalu. “Waktu SD, dia malu ikut lomba. Dan hanya membantu teman-temannya yang ikut lomba”, kisahnya.

Suatu saat, lanjutnya, ketika kelas 4 SD, namira diikutkan lomba samroh, ternyata juara. “Lho ternyata anak saya bisa nyanyi”, katanya.

Setelah tahu bakatnya, Hj. Muayannah Ana Ali, sapaan akrab dipanggil Bu RT, diikutkan les di beberapa tempat untuk mengasah kemampuannya dan mendorong Namira untuk mengikuti berbagai lomba hingga akhirnya terkumpul 75 piala. 

(Gon)