image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah melaksanakan acara rapat paripurna ‘Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi atas Raperda P-APBD tahun anggaran 2022’ di kantor DPRD Kota Mojokerto, jalan Gajahmada No. 145.  Senin (5/9/2022).

Sebagai juru bicara, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP), Ery Purwanti, mengatakan menyikapi penyampaian penjelasan dan nota keuangan atas  rancangan peraturan daerah  tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2022 yang telah disampaikan oleh saudari Wali kota, maka dalam kesempatan penyampaian pemandangan umum F-PDIP.

1.   Kami memandang perlu agar pengalokasian anggaran dalam perubahan apbd tahun 2022 lebih difokuskan untuk pemulihan dari dampak pandemi covid-19 dan dampak kenaikan bbm yang diprioritaskan dalam bidang kesehatan, ekonomi dan bantuan sosial.

2.   Salah satu komponen pendapatan daerah adalah pendapatan asli daerah, yang dalam apbd tahun anggaran 2022 direncanakan sebesar 219 milyar        rupiah lebih. setelah perubahan naik sebesar 4,773 milyar rupiah menjadi 223,9 milyar rupiah atau naik  2 prosen. peningkatan target pendapatan asli daerah yang telah dilakukan secara terencana sesuai kondisi perekonomian ini hendaknya tetap berpedoman pada prinsip tidak memberatkan masyarakat dan dunia usaha.

3.   Untuk pelayanan pembayaran pajak daerah di loket yang telah disediakan hendaknya dimaksimalkan dan dioptimalkan lagi. konter atau loket pada jam-jam pelayanan jangan sampai kosong tidak ada petugasnya. wajib pajak yang berniat membayar kewajiban pajaknya jangan sampai tidak terlayani karena petugasnya tidak berada di tempat.

baca juga:  Polda Jatim Gelar Anev Sitkamtibmas 2021, serta Persiapan Jelang Natal dan Tahun Baru

Dalam kondisi yang belum pulih dari dampak pandemi covid-19, maka pemerintah kota Mojokerto harus memberi perhatian dan bantuan kepada masyarakat sebagai akibat kenaikan harga bbm yang benar-benar akan memukul perekonomian dan kesejahteraan masyarakat miskin.

Sementara itu, juru bicara Fraksi Partai Golkar (FPG), Jaya Agus Purwanto menyampaikan membacakan pemandangan umum (PU), setelah membaca dan mempelajari rancangan peraturan daerah tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2022.

  1. Untuk anggaran dinas pekerjaan umum, penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan pemukiman , di mana sebelum perubahan di anggarkan sebesar Rp. 226.743.672.709 dan setelah perubahan mengalami kenaikan yang signifikan menjadi Rp 251.329.822.610, mohon penjelasan, apa saja yang menjadi prioritas dari anggaran tersebut,
  2.   Untuk program pengelolaan dan pengembangan system penyediaan air minum di mana sebelum perubahan di anggarkan sebesar Rp. 2.613.583.816 dan setelah perubahan mengalami kenaikan sebesar Rp. 2.619.124.616, mohon penjelasan peruntukan anggaran tersebut.
  3.   Untuk program pengelolaan sumber daya air (SDA) yang sebelum perubahan di anggarkan sebesar Rp. 2.356.364.168 dan setelah perubahan mengalami pengurangan sebesar Rp 2.326.649.168, mohon penjelasan mengingat pada saat musim penghujan tiba, air masih banyak yang menggenang di beberapa wilayah yang ada di kota Mojokerto.
baca juga:  Wujudkan Kerukunan Warga, Agus Wahjudi Sumbang Bea Siswa PIP

Sedangkan juru bicara F-PKB, Choiroiyaroh mengatakan setelah kami pelajari materi draf raperda perubahan rapbd kota mojokerto tahun anggaran 2022 yang disampaikan walikota mojokerto, “Kami fraksi partai kebangkitan bangsa perlu memberikan catatan bahwa pada saat ini fokus program yang dibutuhkan masyarakat ada beberapa hal sebagai berikut”, katanya.

  1. tenaga kerja, dampak dari covid 19 yang telah berlalu banyak warga kota yang kehilangan pekerjaan alias menganggur, maka dari itu kami harapkan pemerintah dapat melakukan pendidikan dan pelatihan ketrampilan yang di butuhkan dunia usaha bagi pencari kerja. sehingga mereka bisa terserap di dunia usaha yang ada.  oleh karena  itu pemerintah harus merumuskan arah program pendidikan yang bisa meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia, meningkatkan ketrampilan kerja dan menumbuhkan pengembangan ekonomi kreatif yang sesuai dengan kebutuhan riel kopetensi yang berkembang di masyarakat.
  • usaha kecil dan menengah, kami fraksi pkb dprd kota mojokerto saat ini belum melihat adanya peningkatan ekonomi kerakyatan di kota mojokerto. pada hal saat ini masa-masa pemulihan ekonomi nasional,  maka dari itu kami berharap pemerintah untuk lebih intens dan maksimal untuk melakukan pembinaan dan pemberian bantuan modal usaha terhadap umkm yang ada di kota mojokerto agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, seperti contoh ; pengrajin sepatu, sandal batik dan kuliner agar geliat usaha umkm yang ada bisa berjalan lebih optimal. karena tanpa sentuhan tangan pemerintah mereka akan sulit berkembang dan berinovasi. pada saat ini kita sudah masuk era digitalisasi ekonomi dan perdagangan, maka selain bantuan modal perlunya pemerintah memberikan pembinaan atau pelatihan digitalisasi agar produk-produk umkm bisa masuk pada ekosistem digital sehingga produk-produk umkm bisa dipasarkan lebih luas lagi.
  • pertanian, dalam rangka meningkatkan produksi pertanian di kota mojokerto dan juga untuk meningkatkan perekonomian petani, kami harapkan pemerintah memberikan bantuan subsidi pupuk juga bibit. karena saat ini pupuk yang ada sangat mahal sehingga di keluhkan para petani yang ada di kota mojokerto. tidak lupa juga perlunya perbaikan irigasi atau saluran air guna memperlancar suplai air di persawahan yang ada di kota mojokerto.
  • perikanan, dalambidang perikanan kami harapkan pemerintah melakukan pembinaan dan pelatihan budi daya perikanan serta memberikan bantuan kolam beserta bibit agar dapat menciptakan usaha baru serta meningkatkan pendapatan masyarakat. tidak itu saja kami harapkan pemerintah juga memberikan pendapingan pemasaran agar hasil budi daya tersebut bisa terdistribusi dengan baik.
baca juga:  Pakde Karwo: Cegah Korupsi Lewat Regulasi Kemudahan Berbisnis

(Adv/Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB