image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) –Lahan makam kota Mojokerto pasca meningkatnya covid-19 penuh sesak, namun warga kelurahan Sentanan, kecamatan Kranggan berswadaya menyiapkan dan membeli lahan pekarangan untuk dijadikan lahan makam pada area sekitar makam yang bertempat di desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, kabupaten Mojokerto.

Lurah Sentanan, Fauzan Hadiyan Ichsan, S.STP., saat dikonfirmasi transversal media membenarkan jika warganya turut peduli terhadap lingkungan, “Iya alhamdulilah kami di kelurahan Sentanan membeli tanah makam baru,  persoalannya tanah makam kami sudah penuh terutama warga Sentanan”, katanya.  Minggu (4/9/2022).

Program gerakan nyata masyarakat ini telah membeli tanah warga area sekitar makam, sehingga pekerjaan rumah (PR) terselesaikan dengan baik. “Alhamdulilah kita mempunyai program gerakan yang namanya Gerakan Swadaya Masyarakat (GARDAMAS) Sentanan itu, kita galangkan, kita sampaikan kita masyarakat. Alhamdulilah bisa membeli tanah pemakaman baru, belakangnya tanah makam”, ujarnya.

baca juga:  Bupati Tegaskan Pelatihan ASN Minimal 20 Jam/Tahun

“Kami sudah sampaikan kepada RT RW yang merasakan nanti bukan dari kita saja namun dari anak cucu kita. Kami bersama tokoh masyarakat dengan pemilik lahan. Alhamdulilah kami cek aset-aset di notaris tidak ada masalah dan aset-asetnya tidak ada masalah kami sudah serah terima, clear semua. Aset tidak ada masalah dan juga tidak ada sengketa dan pihak keluarga setuju”, katanya.

Diketahui, jika pemilik ahli waris tersebar di berbagai daerah yang berhasil dikumpulkan untuk masalah jual beli tanah di notaris pada hari sabtu (3/9/2022), dengan luas tanah 498 meter persegi, 

“Untuk harga nya hampir 350 juta belum termasuk bayar pajak dan notaris dan ini murni swadaya masyarakat dan donatur. Semua sudah bersertifikat dan pelunasan, tinggal balik nama, terserah atas nama rukem (rukun kematian) nantinya kita rapatkan kembali dan intinya nama pemiliknya warga sentanan”, tuturnya.

baca juga:  Pjs Bupati Mojokerto Dorong Kecukupan Air Bersih Berkelanjutan

Sebelum tanah makam ini sudah penuh yang disebabkan pandemi covid-19, sehingga korban meninggal meningkat. “Bertahun-tahun selama ini belum ada pemekaran sama sekali”, sambungnya.

“Bukan hanya itu saja, tanah pemakaman tidak membeda-bedakan satu golongan saja, dan bebas semua agama. Karena warga Sentanan toleransinya sangat kuat. Hampir yang dimiliki kepercayaan warganya sangat beraneka ragam, ada Kristen, Budha, Islam, Konghucu dll”, pungkasnya.

Sementara itu, Camat Kranggan, Suharno, SH,MM. turut mengapresiasi dari pihak kelurahan dan warga yang turut peduli terhadap lingkungan. “Kami sangat mengapresiasi sekali, karena ini langkah kongkrit yang bagi warga Sentanan khususnya. Inikan jangka panjang dalam menyambung urusan hidup orang banyak termasuk anak dan cucunya”, sambutnya.

baca juga:  DPRD Kritisi Eksekutif Berpihak Pada Pengusaha Terkait UMK

“Semoga urusan administrasi dan yang lainnya diberi kemudahan dan kelancaran. Karena peran ini bisa jadi percontohan dari daerah yang lainnya”, pungkasnya.

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB