Mojokerto (transversalmedia) – Lelang pembangunan proyek pemerintah kota Mojokerto akhirnya sudah rampung di bulan September 2022, padahal tahun-tahun sebelumnya di akhir tahun baru kelar. 

Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) dan Pembangunan Setda Kota Mojokerto Muraji ST, M.Si, mengatakan, “Di tahun 2022 ini kami sengaja melakukan lelang proyek lebih awal untuk memberikan waktu yang cukup bagi penyedia jasa agar dapat menyelesaikan pengerjaan proyek”, katanya. Selasa (11/10/2022).

Upaya strategi lelang pembangunan lebih awal diharapkan tidak ada lagi proyek yang mangkrak karena alasan waktu tidak cukup akibat pengerjaan proyek menjelang akhir tahun.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya kan lelangnya agak mundur. Akibatnya beberapa proyek ada yang putus kontrak karena waktu pengerjaannya sempit di akhir tahun”, jelasnya.

Muraji menuturkan di tahun 2022 ini terdapat 76 proyek yang anggarannya bersumber dari APBD 2022. “Semuanya sudah dilelang dan dalam tahap pengerjaan”, paparnya.

Sebanyak 11 proyek yang bersumber dari APBD-P 2022 juga sudah dilakukan lelang bersyarat sebelum APBD-P disahkan. “Yang dimaksud bersyarat, penandatanganan kontrak dengan pemenang lelang baru dilakukan setelah APBD-P disahkan”, terangnya.

Tidak hanya itu, untuk menghindari terjadinya proyek mangkrak, Bagian PBJ turun ke lapangan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) untuk mengetahui progres pengerjaan proyek.

“Hasilnya kami laporkan kepada wali kota. Kalau progresnya tidak sesuai dengan target maka wali kota akan menegur OPD bersangkutan. Namun sejauh ini semua proyek masih on the track”, katanya.

Bukan itu saja, bahkan Pemkot Mojokerto memperbanyak termin bagi pemenang tender dengan modal kecil. “Dengan memperbanyak termin maka pemenang tender tidak kehabisan dana, sehingga proyek dapat diselesaikan tepat waktu”, pungkasnya.

(Gon)