Beranda Politik dan Pemerintahan Pendataan Awal Registrasi, Masyarakat Diminta Jujur

Pendataan Awal Registrasi, Masyarakat Diminta Jujur

0
Pendataan Awal Registrasi, Masyarakat Diminta Jujur<br />
<b>Deprecated</b>:  strip_tags(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in <b>/home/transver/public_html/wp-content/themes/Newsmag/loop-single.php</b> on line <b>60</b><br />

Mojokerto (transversalmedia) – Masyarakat diminta jujur dalam memberikan keterangan pada saat pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tanggal 15 Oktober – 14 November 2022. Hal ini guna upaya pemerintah membangun data kependudukan tunggal atau satu data.

“Kejujuran masyarakat yang paling utama. Kalau masyarakatnya tidak jujur atau tidak terbuka dalam memberikan keterangan maka datanya tidak akan sempurna”, kata Camat Prajuritkulon (Pralon) Kota Mojokerto Mochammad Hekamarta Fanani, S.STP, M.Si. Selasa (18/10/2022).

Heka menuturkan, pendataan Regsosek adalah pengumpulan data seluruh penduduk yang terdiri atas biodata, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan. Dengan menggunakan data tunggal, pemerintah dapat melaksanakan berbagai programnya secara terintegrasi, tidak tumpang tindih, dan lebih efisien.

“Contoh kecil saja mengenai indikator kemiskinan. Selama ini Kemensos punya indikator sendiri, PUPR punya ini sendiri, BPS punya indikator sendiri yang berbeda-beda. Kedepannya dengan pendataan ini Kota Mojokerto, Indonesia secara umum, punya satu data yang jelas terkait dengan sosial ekonomi”, tuturnya.

Dijelaskan manfaat data Regsosek, demi meningkatkan kualitas berbagai layanan pemerintah seperti pendidikan, bantuan sosial, kesehatan, hingga administrasi kependudukan. “Semakin lengkap datanya maka semakin tepat pula program-program yang dilakukan pemerintah”, katanya.

Selain itu, mantan Sekcam Magersari ini meminta agar kelurahan, RW, RT, dan masyarakat support dalam pendataan yang dilakukan BPS ini.

“Kalau tidak ada woro-woro dari RT/RW, tiba-tiba masyarakat didatangi di rumahnya, kan masyarakat bisa tidak percaya kalau sedang pendataan”, katanya.

BPS juga sudah melakukan sosialisasi kepada RT/RW di kantor Kecamatan Prajuritkulon dan mengundang dari tokoh masyarakat. “Sebanyak 48 RW dan 192 RT se-Kecamatan Prajuritkulon sudah mengikuti sosialisasi yang dilakukan BPS bersama kecamatan. Dan ini kami tetap melakukan monitoring ke masyarakat”, pungkasnya.

(Gon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here