Beranda Politik dan Pemerintahan <strong>Biar Laris Manis, Pemkot Mojokerto Canangkan ‘Program Bedah Warung’</strong>

Biar Laris Manis, Pemkot Mojokerto Canangkan ‘Program Bedah Warung’

0
<strong>Biar Laris Manis, Pemkot Mojokerto Canangkan ‘Program Bedah Warung’</strong><br />
<b>Deprecated</b>:  strip_tags(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in <b>/home/transver/public_html/wp-content/themes/Newsmag/loop-single.php</b> on line <b>60</b><br />
Pegawai Pemkot Mojokerto memantau perkembangan renovasi bedah warung
Pegawai Pemkot Mojokerto memantau perkembangan renovasi bedah warung

Mojokerto (transversalmedia) – Demi tingkat kelayakan kebersihan dan higienis pada warung, Pemerintah kota Mojokerto menggelontorkan untuk ‘Program Bedah Warung’ melalui dana kelurahan. Pada tingkat kecamatan Prajuritkulon ada 39 titik yang tersebar di enam kelurahan dan jumlah yang terealisasi hasil verifikasi 31 titik .

“Melalui dana kelurahan, Ibu Wali Kota mempunyai program yakni namanya program bedah warung, intinya program ini merenovasi, memperbaiki warung makan, warung kopi, warung minum yang tempatnya aktivitas memasak disitu yang jauh kurang layak, kurang higienis dengan anggaran per titik  perkiraan maksimal sebelas jutaan”, ujar Camat Prajuritkulon Mochammad Hekamarta Fanani, S.STP, M.Si. Kamis (22/12/2022).

Dimana 31 titik sasaran sudah 99 persen sudah rampung pengerjaan pembangunannya, “Dimana membuat warung lebih layak, dalam arti tidak punya cuci piring yang layak, tidak higienis dimana cuci piring di bawah pakai, maka bu wali membangunkan water sink atau meja cuci piring dengan air mengalir”, tuturnya.

Di wilayah kecamatan Prajuritkulon, persyaratannya di mana per RW satu sasaran. “Iya di seleksi, verifikasi sesuai syarat-syarat di perwali terkait bedah warung di kecamatan Prajuritkulon didapatkan sasaran sejumlah 31 titik sasaran. Yang diserahkan secara langsung oleh bu Wali Kota hari rabu minggu depan tanggal 28 kepada penerima”, katanya.

Persyaratan masyarakat yang menerima bantuan, masyarakat yang menerima terdata di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), harus yang mempunyai rumah itu sendiri yang artinya bukan menumpang rumah kontrak atau sewa jualan saja, harus jual makanan bukan jual toko pracangan. 

“Harapan bu Wali, melalui yang dicanangkan program bedah warung agar warung tersebut laris manis, higienis, dan bersih. Bagi warung dimana warung tersebut dipasang etalase dan dipajang untuk memasarkan atau bersedia dititipi hasil KUBE seperti keripik, jamu yang artinya kolaborasi bisnis antar UMKM ”, pungkasnya.

(Gon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here