Beranda Politik dan Pemerintahan <strong>Warga Keluhkan Kartu Merah Putih Zonk di Reses DPRD Agung Soecipto</strong>

Warga Keluhkan Kartu Merah Putih Zonk di Reses DPRD Agung Soecipto

0
<strong>Warga Keluhkan Kartu Merah Putih Zonk di Reses DPRD Agung Soecipto</strong><br />
<b>Deprecated</b>:  strip_tags(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in <b>/home/transver/public_html/wp-content/themes/Newsmag/loop-single.php</b> on line <b>60</b><br />
DPRD Kota Mojokerto Agung Soecipto saat menyampaikan reses di hadapan warga
DPRD Kota Mojokerto Agung Soecipto saat menyampaikan reses di hadapan warga

Mojokerto (transversalmedia) –  Warga keluhkan kartu merah putih atau kartu keluarga sejahtera yang isinya selalu kosong. Hal ini diungkapkan Sudarsono warga Kauman Gang 5, kecamatan Prajuritkulon, saat mengikuti giat reses ketiga 2022 Anggota DPRD Kota Mojokerto Agung Sucipto S.Or di Kauman Gang 6 Nomor 30, Jumat (16/12/2022). 

Waktu itu Sudarsono menyampaikan aspirasinya yang mengeluhkan kartu merah putih miliknya zonk alias tidak ada isinya. “Setiap kali saya cek, selalu zonk, tidak ada isinya”, ungkapnya.

Ia menceritakan, kartu merah putih miliknya diperoleh pada tahun 2021 lalu bersama beberapa tetangganya. “Punya keponakan saya ada isinya, tapi punya saya zonk”, keluhnya dengan menunjukkan kartu merah putih miliknya.

Dengan kebingungan, kemana dirinya seharusnya menanyakan. “Saya tidak tahu, kemana saya harus melangkah. Mungkin pak Agung bisa menerangkan”, harapnya.

Dia mengaku kebingungan, kartu merah putih miliknya untuk apa. “Berlakunya hingga tahun 2026, tapi tidak tahu untuk apa. Barangkali ada yang tahu, mungkin untuk PKH”, katanya.

Pria bertubuh tambun ini mengaku jika kartu merah putih miliknya atas nama istrinya. “Begitu pak Agung. Kemana saya harus melangkah dan kartu ini dibawa kemana. Sebab, berlakunya sampai 2026”, ujarnya.

Mendapat keluhan tersebut, Agung menanggapi dengan memfoto kartu merah putih dan langsung menanyakan ke Dinas Sosial melalui HP.

“Saya mendapat jawaban dari Dinsos. Saya bacakan, keluarga tersebut penerima BPNT PPKM (Bantuan Pangan Non-Tunai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Hanya cair selama enam bulan, terhitung Juli hingga Desember 2021”, kata Agung membacakan WA dari Dinsos.

“Jadi, statusnya saat ini bukan penerima bantuan dari APBN. Status survei tahun ini dari Dinsos, dinyatakan layak menerima Bansos. Monggo diarahkan ke Dinsos untuk pengajuan melalui SLRT (Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu). Nanti dibantu petugas”, imbuh Politisi PKS ini.

Dengan adanya pesan WÀ dari Dinsos, politisi PKS ini menyarankan agar Sudarsono ke Dinsos. “Monggo hari Senin ke Dinsos. Nanti saya antar”, ujar anggota Komisi 1 ini.

(Gon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here