Beranda Politik dan Pemerintahan <strong>Musrenbangkel Wates, Target Tahun 2024 Zero Stunting </strong>

Musrenbangkel Wates, Target Tahun 2024 Zero Stunting 

0
<strong>Musrenbangkel Wates, Target Tahun 2024 Zero Stunting </strong><br />
<b>Deprecated</b>:  strip_tags(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in <b>/home/transver/public_html/wp-content/themes/Newsmag/loop-single.php</b> on line <b>60</b><br />

Mojokerto (transversalmedia) – Langkah zero stunting jadi target kota Mojokerto untuk tahun 2024 mendatang selama dipegang kepemimpinan Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari, saat ini masih tahap empat persen itu pun termasuk tergolong angka terendah tingkat provinsi. 

Stunting merupakan salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan. 

Hal ini diungkapkan saat Wali Kota Mojokerto yang akrab dipanggil Ning Ita memberi pengarahan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbang) Wates, kecamatan Magersari yang dilaksanakan di kantor Aula Kelurahan Wates jalan Mayjen Sungkono No. 120. Selasa (31/1/2023).

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan dihadapan peserta Musrenbang yang terdiri dari ketua RT/RW, LPM, Karang Taruna, PKK, dan lainnya. “Insyaallah kota Mojokerto dua tahun kedepan atau tahun 2024 kita targetkan bebas stunting atau zero stunting”, katanya. 

Ning Ita menegaskan, zero stunting jadi target tahun depan, saat ini hanya tinggal empat persen meski secara nasional ditetapkan maksimal 12 persen. “Kita sudah sangat baik hanya tinggal empat persen. Dan dua tahun ke depan kita optimis kota Mojokerto bebas stunting atau zero stunting”, tegasnya.

Dengan upaya mencapai target zero stunting, antara lain ; melalui program Dahsyat yang merupakan akronim dari Dapur Sehat Atasi Stunting. Program ini sudah diluncurkan pada September tahun lalu.

“Dahsyat merupakan UMKM yang menyediakan makanan bagi bayi atau anak stunting. UMKM ini kita daftarkan di E-Katalog. Anggarannya dari pemerintah dan UMKM ini menyediakan makan bergizi dan higienis sesuai dengan petunjuk ahli gizi. Diberikan kepada anak stunting sebanyak tiga kali sehari”, jelasnya.

Lebih jauh, Ning Ita menjelaskan, untuk membangun SDM ke depan yang berkualitas dan cerdas menuju Indonesia generasi emas, dari bayi harus bebas stunting. “Kalau ada bayi yang terkena stunting maka tumbuh kembangnya dipastikan tidak akan 100 persen maksimal”, katanya. 

Hadir juga dalam kegiatan pembukaan tersebut, antara lain Kepala Bapedalitbang Agung Moeljono SH MH, Camat Magersari Soegeng Rijadi Prajitno SH, Plt. Kabag Prokopimda Fibriyanti, Lurah Wates Amanullah Widi Prawiro Buwono SH.

(Adv/Gon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here