Beranda Politik dan Pemerintahan <strong>Telur Asin Tak Laku, Dakel KUBE Purwotengah Geser Untuk Pengolahan Sampah</strong>

Telur Asin Tak Laku, Dakel KUBE Purwotengah Geser Untuk Pengolahan Sampah

0
<strong>Telur Asin Tak Laku, Dakel KUBE Purwotengah Geser Untuk Pengolahan Sampah</strong>
Ning Ita saat memberi pengarahan kepada peserta musrenbangkel purwotengah
Ning Ita saat memberi pengarahan kepada peserta musrenbangkel purwotengah

Mojokerto (transversalmedia) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memerintahkan anggaran dana kelurahan (dakel) purwotengah yang diperuntukkan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) digeser untuk pengelolaan sampah. Pasalnya dana KUBE tidak terserap karena pengembangan produksi telur asin tidak laku.

Hal ini terungkap saat ning Ita (sapaan akrab walikota) bermula mempertanyakan penyebab tidak terserapnya dana tersebut di saat acara kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan kelurahan (musrenbangkel) di balai pertemuan kelurahan purwotengah, kecamatan Kranggan yang dilakukan di Pendopo Kelurahan Purwotengah, jalan Purwotengah Gang IV No 5. Jumat (27/1/2023).

“Dari anggaran tahun 2022 sebesar Rp 503 juta, terserap Rp 380 juta, sisa yang kembali ke kas daerah sebesar Rp 120 juta. Kenapa tidak terserap Pak Lurah?”, tanya Ning Ita.

Selanjutnya, diketahui anggaran yang tidak terserap sedianya diperuntukkan KUBE. “Tidak ada masyarakat yang berminat membeli telur asin. Makanya, KUBE telor asin tidak produksi lagi, namun, untuk kue kering dan frozen food masih produksi”, kata Jannah, anggota KUBE.

Saat mengetahui permasalahan itu, Ning Ita langsung minta agar anggaran untuk KUBE tahun 2023 dialihkan untuk pengelolaan sampah dengan menghidupkan kembali bank sampah dan budidaya maggot agar bisa menghasilkan pendapatan rumah tangga tambahan.

“Program Bapak Samerto (Bayar Pajak Pakai Sampah Kota Mojokerto berhadiah umroh) agar dihidupkan kembali. Sampah kering disetorkan ke bank sampah, hasilnya dapat digunakan untuk bayar pajak, bayar listrik, dan lainnya. Anggaran untuk menghidupkan, dari pemerintah“, jelas Ning Ita.

Sedangkan yang sampah basah bisa digunakan sebagai pakan maggot. “Maggot dapat dijual untuk pakan unggas dan ikan. Anggaran untuk tempat budidaya dan bibitnya, dari pemerintah”, katanya. 

Juga hadir dalam acara tersebut, antara lain Kepala Bapedalitbang Agung Moeljono SH MH, Kepala DPUPRPRKP Mashudi SE MSi, Camat Kranggan Suharno SH MM, Plt. Kabag Prokopimda Fibriyanti, dan Lurah Purwotengah M Rifa’i.

(Gon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here